> >

Apple Hapus Aplikasi Alquran di China, Apa Sebabnya?

Kompas dunia | 16 Oktober 2021, 10:34 WIB
Ilustrasi Alquran. Apple dikabarkan telah menghapus aplikasi Alquran di China. Hal tersebut dilaporkan akibat adanya tekanan dari pemerintah China. (Sumber: Kompas.com)

BEIJING, KOMPAS.TV - Apple dikabarkan telah menghapus salah satu aplikasi Al-Quran yang paling populer di China.

Beredar kabar, tekanan dari pemerintah China sebagai penyebabnya,

Quran Majeed merupakan salah satu aplikasi populer di AppStore, dan telah mendapat 150.000 ulasan.

Aplikasi tersebut juga telah digunakan oleh jutaan muslim dunia.

Baca Juga: Pembunuhan Anggota Parlemen Inggris Diumumkan sebagai Terorisme, Diyakini Terkait Ekstremisme Islam

Seperti diungkapkan BBC, aplikasi tersebut telah dihapus karena menampung teks-teks keagamaan yang dianggap ilegal.

Penghapusan aplikasi itu pertama kali disadari oleh Badan Sensor Apple, situs yang memonitor aplikasi di Apple App Store secara global.

“Menurut Apple, aplikasi Quran Majeed kami telah dihapus dari AppStore China, karena di dalamnya terdapat konten yang memerlukan tambahan dokumentasi dari otoritas China,” bunyi pernyataan dari PDMS, perusahaan pemilik aplikasi Quran Majeed itu.

“Kami tengah berusaha berhubungan dengan Badan Administrasi Ruang Siber China dan otoritas China untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Perusahaan itu mengungkapkan bahwa mereka memiliki satu juta pengguna di China.

Pemerintah China sendiri tak merespons permintaan BBC untuk komentar atas masalah ini.

Apple juga menolak berkomentar, tetapi mengarahkannya ke Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) mereka.

Baca Juga: Al-Quran Milik Thomas Jefferson, Presiden ke-3 Amerika Serikat, saat ini Dipamerkan di Dubai Expo

“Kami diharuskan bekerja sama dengan hukum setempat, dan saat ini ada masalah yang kompleks, yang mungkin membuat kami tak sepakat dengan pemerintah,” bunyi kebijakan tersebut.

Partai Komunis China sebenarnya secara resmi mengakui Islam sebagai salah satu agama di negara itu.

Namun, China dituduh melakukan pelanggaran HAM, bahkan genosida terhadap etnis Uighur yang mayoritas muslim di Xinjiang.

Awal tahun ini, dilaporkan sejumlah ulama Uighur menjadi target dalam upaya penumpasan di Xinjiang.

Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : BBC


TERBARU