> >

Qatar Desak Dunia Terlibat dengan Taliban, namun Pengakuan atas Pemerintah Taliban Belum Prioritas

Kompas dunia | 12 Oktober 2021, 22:23 WIB
Delegasi Taliban, Shahabuddin Delawar dan Khairullah Khairkhwa, berbincang jelang pertemuan dengan delegasi AS dan Eropa di Doha, Qatar, Selasa (12/10/2021). (Sumber: Antara)

DOHA, KOMPAS.TV - Utusan Khusus Menteri Luar Negeri Qatar Mutlaq Al-Qahtani mendesak negara-negara lain untuk terlibat lebih dalam dengan Taliban sebagai otoritas de facto Afghanistan saat ini. Namun dia berpendapat, pengakuan terhadap pemerintahan Taliban di Afghanistan saat ini bukanlah prioritas karena fokus seharusnya diarahkan pada keterlibatan dengan pemerintah baru dan penanganan isu kemanusiaan.

Pada saat yang sama, Mutlaq Al-Qahtani menekan Taliban untuk bertindak sebagai pemerintah yang bertanggung jawab serta menghormati hak perempuan untuk bekerja dan hak anak perempuan untuk bersekolah.

"Kami pikir pengakuan ini bukan prioritas. Yang lebih menjadi prioritas sekarang adalah kemanusiaan, pendidikan, kebebasan perlintasan," kata Qahtani dalam forum keamanan global di Doha, Selasa, (12/10/2021) seperti dilansir Antara.

Qahtani mengatakan, satu-satunya langkah maju adalah menawarkan "lebih banyak kolaborasi, kerja sama, dan bantuan" kepada pemerintah sementara Afghanistan.

Hampir dua bulan sejak menguasai seluruh negeri, pemerintahan baru Taliban berupaya membangun hubungan dengan negara lain untuk membantu mencegah terjadinya krisis ekonomi dahsyat di Afghanistan.

Baca Juga: Uni Eropa Tambah Bantuan untuk Afghanistan Jadi 1 Miliar Euro, tapi Tak Lewat Taliban

Sekitar satu juta anak di Afghanistan terancam mengalami kekurangan gizi akut dan meninggal pada tahun ini. Demikian diungkapkan UNICEF, Sabtu (9/10/2021).. (Sumber: AP Photo/Felipe Dana)

Namun, sejauh ini Taliban menolak mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah menengah, sementara banyak negara yang menuntut hak asasi anak perempuan untuk bersekolah bisa ditegakkan di Afghanistan. 

Itu adalah salah satu tuntutan utama masyarakat internasional kepada Taliban, setelah mereka bulan lalu memutuskan untuk membuka kembali sekolah menengah hanya untuk anak laki-laki.

Qatar, yang menjadi tuan rumah pembicaraan antara Taliban dan pejabat Barat, dipandang sebagai salah satu negara yang memiliki pengaruh atas gerakan tersebut.

Doha menjadi tuan rumah kantor politik Taliban yang mengawasi negosiasi dengan Amerika Serikat, yang berujung pada penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada Agustus lalu.

Qatar juga telah memainkan peran penting dalam upaya evakuasi sejak pemerintahan Afghanistan jatuh ke tangan Taliban.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Antara


TERBARU