> >

Makan Kelapa dan Minum Air Hujan usai Sebulan Terdampar, Dua Pelaut Akhirnya Bisa Selamat

Kompas dunia | 9 Oktober 2021, 17:03 WIB
Dua pelaut yang terdampar di lautan Samudera Pasifik bertahan hidup dengan memakan buah kelapa yang mereka bawa di perahu motornya dan meminum air hujan. (Sumber: PIXABAY/ASTAMA81 Via KOMPAS.COM)

POMIO, KOMPAS.TV - Dua pelaut akhirnya bisa selamat setelah 29 hari terdampar di lautan Samudera Pasifik.

Mereka bertahan hidup dengan memakan buah kelapa dan jeruk yang mereka bawa di perahu dan minum menggunakan air hujan.

Licvae Nanjikana dan Junior Qoloni yang merupakan warga Kepulauan Solomon terdampar setelah melakukan perjalanan menggunakan perahu dari Pulau Mono, 3 September lalu.

Mereka seharusnya melakukan perjalanan sejauh 200 km menuju South Georgia.

Baca Juga: Keterlaluan, Ayah Tega Bunuh Bayinya yang Baru Lahir agar Tak Perlu Bayar Tunjangan Anak

Kedua pelaut berpengalaman itu sebelumnya telah melakukan perjalanan yang sama, dan menggunakan penanda visual untuk memandu rute mereka.

Namun, bencana mengadang mereka setelah hujan deras dan angin kencang menghantam perahu motor mereka.

Selama badai, GPS mereka tak bekerja dan mendapati terombang-ambing di hamparan air yang terkenal kasar dan tak terduga.

“Kami pernah melakukan perjalanan itu sebelumnya, dan seharusnya semua berjalan dengan bain,” tutur Nanjikana kepada The Guardian.

“Kami tak bisa melihat kemana kami pergi dan kemudian memutuskan mematikan mesin dan menunggu, untuk menghemat bahan bakar,” tambahnya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : The Guardian


TERBARU