> >

Imigran Asal Tanzania Menangkan Nobel Sastra 2021

Kompas dunia | 8 Oktober 2021, 04:47 WIB
Abdulrazak Gurnah, pemenang Nobel Sastra 2021, ketika berada di halaman rumahnya di Canterbury, Inggris, Kamis, 7 Oktober 2021. (Sumber: Associated Press)

Dia mengeksplorasi kisah yang disebutnya sebagai “salah satu kisah di zaman kita”, yaitu dampak besar dari migrasi, baik pada orang-orang yang tercerabut dari tanah airnya dan bagaimana mereka memulai kehidupan di tempat baru.

Bahasa pertama Gurnah adalah Swahili, tetapi dia menulis dalam bahasa Inggris.

Ia merupakan penulis kelahiran Afrika keenam yang dianugerahi Nobel Sastra.

Penghargaan ini biasanya didominasi oleh penulis asal Eropa dan Amerika Utara, sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1901.

Gurnah, yang baru-baru ini pensiun dari pekerjaannya sebagai profesor sastra di Universitas Kent, Inggris, mendapat telepon dari Akademi Nobel ketika sedang berada di dapur rumahnya di Canterbury.

Awalnya, dia menyangka telepon itu adalah lelucon. 

"Anda pikir itu tidak benar," katanya kepada The Associated Press.

“Itu benar-benar membuat saya seperti kehilangan napas,” ujarnya.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Penyerahan Hadiah Nobel Dilakukan di Negara Asal Pemenang

Anders Olsson, ketua Komite Nobel untuk sastra, menyebut Gurnah sebagai salah satu penulis pasca-kolonial paling terkemuka di dunia.

Dia mengatakan bahwa Gurnah yang berasal dai Zanzibar adalah hal yang penting, karena tempat itu merupakan tempat asal para poliglot jauh sebelum masa globalisasi.

“Karyanya memberi kita gambaran yang jelas dan sangat tepat tentang Afrika lain yang tidak begitu dikenal oleh banyak pembaca. Sebuah daerah pesisir di dalam dan sekitar Samudra Hindia yang ditandai oleh perbudakan dan pergeseran bentuk represi di bawah berbagai rezim dan kekuatan kolonial, yaitu Portugis, India, Arab, Jerman, dan Inggris,” kata Olsson.

Berita tentang kemenangan Gurnah pun disambut meriah di Zanzibar.

Di pulau tersebut, masih banyak yang mengingat Gurnah dan keluarganya, meskipun hanya sedikit yang benar-benar membaca buku-bukunya.

“Buku-buku Gurnah tidak wajib dibaca dan hampir tidak dapat ditemukan di sekolah-sekolah di sana,” kata Menteri Pendidikan Tanzania Simai Mohammed Said, yang istrinya adalah keponakan Gurnah.

Dia menambahkan, Gurnah adalah putra Zanzibar yang membawa kebanggaan bagi negerinya.

“Reaksinya luar biasa. Anak-anak muda bangga bahwa dia adalah orang Zanzibar,” kata Farid Himid.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press


TERBARU