> >

Dua Transgender Terpilih Jadi Anggota Parlemen Nasional, Pertama Kalinya di Jerman

Kompas dunia | 28 September 2021, 17:49 WIB
Tessa Ganserer (kanan) dan Nyke Slawik (kiri) berasal dari Partai Hijau, yang berada di urutan ketiga dalam penghitungan suara pemilu. Partai Hijau meraih 14,8 persen suara, melonjak dari 8,9 persen pada 2017 dan akan memainkan peran penting dalam pembentukan pemerintahan koalisi tiga partai yang baru. (Sumber: Kreiszeitung.de)

BERLIN, KOMPAS.TV - Dua politisi Jerman dari Partai Hijau telah membuat sejarah dengan menjadi perempuan transgender pertama yang memenangi kursi parlemen usai penghitungan suara pemilu nasional pada Minggu (25/09/2021) seperti dilansir Straits Times, Selasa (28/09/2021)

Tessa Ganserer dan Nyke Slawik berasal dari Partai Hijau yang berada di urutan ketiga dalam penghitungan suara pemilu. Partai tersebut meraih 14,8 persen suara, melonjak dari 8,9 persen pada 2017 dan akan memainkan peran penting dalam pembentukan pemerintahan koalisi tiga partai yang baru.

"Ini adalah kemenangan bersejarah bagi Partai Hijau, tetapi juga untuk gerakan trans-emansipatoris dan untuk seluruh komunitas queer," kata Ganserer, 44, kepada Reuters, seraya menambahkan hasilnya adalah simbol masyarakat yang terbuka dan toleran.

Prioritas Ganserer, anggota parlemen Bavaria sejak 2013, adalah prosedur yang lebih mudah untuk meratifikasi perubahan gender pada dokumen identitas.

Ganserer, yang memiliki dua putra, juga menginginkan adanya perubahan legislatif untuk memungkinkan ibu lesbian mengadopsi anak.

Baca Juga: Kandidat Kanselir Partai Pemenang Pemilu Jerman Akan Berupaya Koalisi dengan Partai Hijau dan FDP

Tessa Ganserer (kiri) dan Nyke Slawik (kanan) berasal dari Partai Hijau, yang berada di urutan ketiga dalam penghitungan suara pemilu. Partai Hijau meraih 14,8 persen suara, melonjak dari 8,9 persen pada 2017 dan akan memainkan peran penting dalam pembentukan pemerintahan koalisi tiga partai yang baru. (Sumber: Taggesspiegel.de)

Slawik, 27 tahun, mengatakan hasil yang diraihnya luar biasa. Dia mendapatkan kursi di Parlemen melalui daftar kandidat Partai Hijau di negara bagian barat Rhine-Westphalia Utara.

"Gila! Saya masih tidak percaya, tapi dengan hasil pemilu yang bersejarah ini, saya pasti akan menjadi anggota Bundestag berikutnya," tulis Slawik di Instagram.

Slawik menyerukan rencana aksi nasional melawan homofobia dan transfobia, undang-undang penentuan nasib sendiri, dan perbaikan undang-undang anti-diskriminasi federal.

Homoseksualitas didekriminalisasi di Jerman pada tahun 1969 dan pernikahan sesama jenis disahkan pada tahun 2017. Tetapi kejahatan rasial terhadap LGBT+ (lesbian, gay, biseksual, transgender dan komunitas terkait) melonjak 36 persen tahun lalu, menurut data polisi yang menyoroti peningkatan tren homofobia di beberapa bagian masyarakat Jerman.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Straits Times/Reuters


TERBARU