> >

Junta Militer Myanmar Tidak Kasih Akses Penuh, Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar Belum Bisa Bertugas

Kompas dunia | 26 September 2021, 00:02 WIB
 "Utusan Khusus ASEAN belum dapat menjalankan tugasnya karena beliau memerlukan akses untuk bertemu dengan semua pihak,” kata Menlu RI Retno Marsudi dari New York, Sabtu, 25 September 2021. (Sumber: Tangkap layar press briefing virtual Menlu RI.)

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan pada 1 Februari 2021.

Kudeta itu mengakhiri satu dekade pemerintahan demokratis di Myanmar dan memicu kemarahan di dalam dan luar negeri atas kembalinya kekuasaan militer.

Lebih dari 1.120 orang tewas sejak kudeta, menurut hitungan PBB. Banyak korban jatuh oleh tindakan keras pasukan keamanan terhadap pemogokan dan protes pro-demokrasi, sementara ribuan orang telah ditangkap.

Pasukan perlawanan bersenjata muncul di berbagai daerah. Mereka bentrok dengan militer sehingga ribuan orang terpaksa melarikan diri, termasuk ke negara tetangga India dalam beberapa hari terakhir

Krisis semakin diperparah dengan pandemi Covid-19, yang memicu desakan internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Myanmar.

Menlu Retno mengatakan, bantuan kemanusiaan dari Indonesia akan dikirim sebelum akhir September dan disalurkan oleh AHA Centre sebagai koordinator dukungan kemanusiaan di bawah ASEAN.

Sebelumnya, Indonesia telah menyumbangkan peralatan kesehatan senilai 200 ribu dolar AS atau setara 2,9 miliar rupiah berupa masker KN95, alat pelindung diri, serta sarung tangan medis untuk membantu rakyat Myanmar memerangi Covid-19.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU