> >

Lembah Panjshir Kini Kosong Melompong Usai Taliban Kuasai Hampir Seluruh Provinsi

Kompas dunia | 17 September 2021, 02:35 WIB
Salah satu kendaraan pengangkut pasukan Taliban hasil rampasan dari pemerintah sebelumnya terlihat hancur usai diserang pasukan perlawanan Panjshir. Kini lembah itu hampir kosong dan tersisa hanya lansia (Sumber: Wakil Kohsar/France24 via AFP)

Kekalahan yang menghancurkan. Kemenangan Taliban dikuatkan dengan rampasan senjata dari kemenangan besar mereka di seluruh negeri, di mana mereka menyita gudang senjata dan perlengkapan militer yang sangat besar yang diberikan AS kepada tentara Afghanistan yang kalah.

Beberapa pemimpin Panjshir, termasuk Ahmad Massoud, putra mendiang pejuang veteran Ahmad Shah Massoud, bersumpah tidak akan pernah menyerah kepada Taliban.

Mereka melakukan perlawanan, dengan bukti perlawanan mereka terlihat pada sisa-sisa kendaraan lapis baja dan pikap Taliban yang rusak dan hangus.

Tapi Taliban didukung kekuatan dan persenjataan melebihi jumlah pejuang Panjshiri, mengabaikan beberapa kekalahan tempur terus menguasai lembah Panjshir.

Awal bulan ini Taliban menyatakan kemenangan, mengibarkan bendera putih mereka di ibu kota provinsi.

Tidak jelas apa yang tersisa dari perlawanan dan apakah para pemimpinnya masih berada di negara itu.

Kedatangan Taliban brutal, kata penduduk.

"Mereka menembak mati seorang pengemudi di belakang kemudi mobilnya, dan seorang ayah yang pergi mencari makanan untuk anak-anaknya," kata seorang penatua, yang mengatakan dia melihat jenazahnya di dekat desa Khenj.

Baca Juga: Delegasi Taliban Tiba di Panjshir, Negosiasi Kelompok Ahmad Massoud

Bendera Taliban berkibar di Kantor Gubernur Panjshir, setelah Taliban menegaskan berhasil menguasai wilayah itu, Senin (6/9/2021). (Sumber: Twitter@Asvaka)

Panjshiris lainnya mengatakan mereka menghitung 19 pembunuhan warga sipil, terpisah dari mereka yang tewas dalam baku tembak dengan pasukan oposisi, antara desa Khenj dan Bazarak, laporan yang mustahil untuk diverifikasi dan dibantah oleh Taliban.

Di lembah konservatif ini, banyak yang mengatakan kehadiran tentara Taliban dipandang mengganggu dan tidak diinginkan.

"Bagaimana Anda mengharapkan kami meninggalkan keluarga kami di sini, ketika Taliban berada di ujung kebun?" kata Haji Mohammad Younus, 75, di desa Omerz yang hampir sepi.

"Orang-orang tidak lagi merasa bebas, dan lebih memilih pergi ke Kabul."

Penduduk mengatakan Taliban telah membuat penghalang jalan untuk menghentikan orang pergi dari Lembah Panjshir, dimana Taliban dilaporkan meminta orang untuk membawa anggota keluarga kembali ke rumah.

"Kami memberi tahu orang-orang bahwa mereka dapat kembali ke rumah mereka dan mereka tidak akan diganggu," kata seorang komandan Taliban di pasar Khenj.

Namun, terlihat sebuah truk yang penuh dengan kasur dan perabotan berbalik arah setelah mencoba meninggalkan Panjshir.

Seorang tetua mengatakan Taliban ingin orang-orang tetap tinggal untuk melindungi mereka dari serangan.

"Taliban lebih suka penduduk desa tetap tinggal, untuk menjadi perisai manusia sehingga tidak dibombardir oleh perlawanan," katanya.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/France24


TERBARU