> >

Junta Militer Myanmar Kesulitan Rekrut Anggota Baru, Diyakini akibat Kudeta dan Kebrutalan

Kompas dunia | 3 September 2021, 20:10 WIB
Tentara junta militer Myanmar. (Sumber: AP Photo)

NAYPYIDAW, KOMPAS.TV - Junta militer Myanmar dikabarkan kesulitan merekrut anggota baru, setelah hanya sedikit orang yang mendaftar untuk masuk ke akademi militer negara itu.

Kesulitan itu disinyalir karena kudeta yang dilakukan militer serta tindakan brutal terhadap demonstran anti-rezim.

Kurangnya rekrutmen anggota baru diyakini sebagai pukulan lebih lanjut bagi militer.

Pasalnya, lebih dari 1.500 personel memilih membelot dari tentara, termasuk seratus perwira, setelah junta militer melancarkan kudeta pada Februari lalu.

Baca Juga: Baru Melarikan Diri dari Afghanistan, Bocah 5 Tahun Malah Tewas Keracunan setelah Memakan Jamur Liar

Pihak junta militer pada Kamis (2/9/2021) mengumumkan melalui media yang mereka kontrol bahwa tenggat waktu untuk pendaftaran akademi militer telah diperpanjang untuk kedua kalinya.

Sebelumnya, tenggat waktu pendaftaran juga diperpanjang pada Agustus lalu karena pandemi Covid-19.

Menurut mantan kapten militer yang membelot, perpanjangan tersebut disebabkan karena hanya ada sekitar 100 pendaftar sejauh ini di ketiga akademi militer.

“Sebanyak 100 orang telah mendaftar ke akademi militer pada tahun ini. Kebanyakan kandidat berasal dari keluarga militer,” tutur Kapten Lin Htet Aung yang juga pendiri People’s Embrace seperti dikutip dari The Irrawaddy.

Baca Juga: Untuk Keperluan Kemanusiaan, AS Buka Kembali Akses Keuangan Afghanistan

Penulis : Haryo Jati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : The Irrawaddy


TERBARU