> >

Permintaan Taliban agar Turki Operasikan Bandara Kabul, Erdogan: Itu Tidak Mudah

Kompas dunia | 29 Agustus 2021, 23:36 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Sumber: Anadolu Agency)

ANKARA, KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan mengoperasikan Bandara Kabul bukanlah perkara mudah mengingat situasi keamanan di Afghanistan yang belum stabil.

Sebelumnya diberitakan, pihak Taliban telah meminta Turki untuk mengoperasikan Bandara Kabul yang pada Kamis (26/8/2021) lalu menjadi target serangan teror oleh kelompok ISIS-K. Sedangkan masalah keamanan bandara akan ditangani pihak Taliban.

“Jika Anda mengambil alih keamanan dan terjadi pertumpahan darah di sana, bagaimana kami harus menjelaskan itu kepada dunia?” ujar Erdogan kepada wartawan, Minggu (29/8/2021), seperti dikutip Anadolu Agency.

“Itu bukan tugas yang mudah. Hampir 200 orang tewas setelah kami membahas itu,” imbuhnya.

Baca Juga: Taliban Minta Turki Operasikan Bandara Kabul

Namun, dalam kesempatan yang sama, Erdogan menyatakan kesiapan Turki untuk membantu proses pemulihan Afghanistan setelah konflik dan perpecahan yang melanda negara itu selama bertahun-tahun.

“Apa yang menjadi keprihatinan Turki adalah Afghanistan harus pulih dengan cepat. Kami siap menyediakan semua jenis dukungan untuk persatuan dan solidaritas Afghanistan selama kami mendapatkan pendekatan yang sama darinya,” kata Erdogan.

“Kami sudah memberikan semua jenis dukungan kepada Afghanistan, baik infrastruktur maupun superstruktur, dalam 20 tahun terakhir ini. Tapi Taliban menyebabkan kerusakan sangat serius di bagian utara Afghanistan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, walaupun sejauh ini Taliban menyampaikan pernyataan yang moderat, Turki akan memonitor langkah-langkah berikutnya yang akan diambil kelompok tersebut.

“Kami tentu saja harus melihat posisi Taliban saat membentuk dan memerintah sebuah negara,” kata Erdogan.

Baca Juga: Tolak Pengungsi Afghanistan, Erdogan: Turki Bukan Tempat Mengungsi untuk Mereka

 

 

 

 

Penulis : Edy A. Putra Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Anadolu Agency


TERBARU