> >

Taliban Klaim Kuasai Bandara Kabul, AS: Itu Berita Palsu!

Kompas dunia | 28 Agustus 2021, 08:53 WIB
Evakuasi masih dilakukan di Bandara Kabul, Rabu (25/8/2021). Amerika Serikat menegaskan kabar yang menyebutkan Taliban telah menguasai sebagian Bandara Kabul adalah berita palsu. (Sumber: Cpl. Davis Harris/U.S. Marine Corps via AP)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pihak Amerika Serikat (AS) akhirnya buka suara terkait kabar Taliban telah mengambil alih sebagian Bandara Kabul, Afghanistan.

Menurut Juru Bicara Pentagon, John Kirby kabar tersebut hanyalah sebuah berita palsu.

“Mereka tak bertanggung jawab atas gerbang yang berada di sini,” ujar Kirby dikutip dari CNN, Jumat (27/8/2021).

“Mereka tak bertugas untuk setiap operasi bandara. Saat ini masih dalam kontrol militer AS,” tambahnya.

Baca Juga: Sirhan Sirhan, Pembunuh Robert F. Kennedy Dinyatakan Bebas Bersyarat

Sebelumnya beredar kabar Taliban telah mengambil telah mengambil alih sebagian besar Bandara Kabul.

Mereka pun dikabarkan telah bersiap mengambil alih bandara sepenuhnya sesegera mungkin setelah pasukan militer AS meninggalkan Afghanistan.

“Taliban telah mengambil alih sebagian besar bandara, hanya bagian kecil di mana Amerika masih berada,” tutur salah seorang pejabat Taliban.

Baca Juga: Taliban Umumkan Warga Afghanistan Berdokumen Sah di Masa Depan Boleh Lakukan Perjalanan Kemana Saja

Sementara itu, pejabat lainnya menegaskan saat ini hanyalah masalah waktu untuk menguasai Bandara Kabul sepenuhnya.

Sebagaimana diketahui, Bandara Kabul saat ini menjadi titik vital bagi pemerintah AS dan negara barat lainnya untuk mengevakuasi warga negara mereka dan warga Afghanistan yang memiliki izin untuk tinggal di negara lain.

Taliban pun memberikan batas waktu akhir seluruh proses evakuasi pada 31 Agustus ini.

Meski sempat mendapatkan serangan teror bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 100 orang, Kamis (26/8/2021), AS menegaskan akan terus melakukan evakuasi.

Presiden AS, Joe Biden mengatakan pihaknya akan terus melakukan evakuasi hingga tenggat waktu di akhir bulan ini.

Baca Juga: Taliban Disebut Cari Perempuan Afghanistan untuk Dinikahi Secara Paksa dan Diperkosa

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/CNN


TERBARU