> >

Atlet Australia Hancurkan Tempat Tidur di Fasilitas Olimpade, Hanya Minta Maaf dan Tak Dihukum

Kompas dunia | 5 Agustus 2021, 20:07 WIB
Tempat tidur karton di Olimpiade Tokyo. (Sumber: Kyodo News)

CANBERRA, KOMPAS.TV - Atlet Australia dikabarkan telah menghancurkan tempat tidur karton di fasilitas Olimpiade di Tokyo.

Kerusakan itu terjadi setelah atlet rowing dan rugby Australia berpesta dan mabuk-mabukkan sebelum pulang kembali ke negaranya.

Sebagai hasilnya, selain tempat tidur kardus yang rusak, juga membuat lubang di dinding.

Selain itu muntahan mereka juga berceceran sehingga dibutuhkan kru untuk pembersihan.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Mengamuk di Yunani, Mengancam Kota Kelahiran Olimpiade

Ketua tim Australia, Ian Chesterman mengakui situasi tersebut benar adanya.

Namun, ia menegaskan ruangan yang ditempati oleh tim Australia tak sepenuhnya rusak.

“Beberapa orang muda melakukan kesalahan, mereka meninggalkan kamar dalam kondisi yang tak bisa diterima,” ujarnya dilansir dari New York Post.

Ia pun menegaskan bahwa kerusakannya minor dan mengungkapkan merusak tempat tidur kardus tidaklah sulit.

Meski begitu, ia mengungkapkan para atlet tersebut merasa bersalah karena terlibat dalam kerusakan itu.

“Saya melihat adanya penyesalan besar dari sejumlah atlet yang terlibat dalam insiden ini,” katanya.

“Mereka kecewa telah berkontribusi terhadap pembicaraan mengenai perilaku dalam tim baik di luar dan di dalam lapangan,” lanjut Chesterman.

Baca Juga: Melawan Perintah Pelatih, Atlet Belarusia Ketakutan Seusai Menolak Dipulangkan dari Olimpiade Tokyo

Sementara itu, Komite Olimpiade Australia (AOC) mengungkapkan bahwa tim rowing dan rugby Australia telah meminta maaf atas ulah mereka

Mereka pun menegaskan tak ada hukuman yang akan diberikan kepada mereka atas masalah ini.

Sementara itu, pemain rugbi dan sepak bola Australia juga menunjukkan sikap yang ugal-ugalan dalam penerbangan dari Tokyo pada 3 Agustus lalu.

Pihak rugbi Australia menegaskan telah meluncurkan investigasi internal atas masalah tersebut.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : New York Post


TERBARU