> >

Dua Roket Taliban Hantam Bandara Kandahar yang Dianggap Pusat Serangan Udara

Kompas dunia | 2 Agustus 2021, 11:15 WIB
Ilustrasi pejuang Taliban. (Sumber: NDTV)

KANDAHAR, KOMPAS.TV - Taliban melakukan serangan roket ke bandara Kandahar, yang menyebabkan penerbangan dari kota kedua terbesar di Afghanistan itu ditunda.

Sebanyak tiga roket diluncurkan oleh milisi bersenjata itu pada Minggu (1/8/2021) pagi.

Kepala Bandara, Massoud Pashtun mengatakan dua roket mengenai lintasan pesawat dan saat ini perbaikan tengah dilakukan.

Pejabat dari otoritas penerbangan sipil Afghanistan di Kabul megonfirmasikan serangan tersebut.

Baca Juga: Taliban Mulai Bergerak Rebut Tiga Kota Besar di Afghanistan

Pejabat tersebut belum ada laporan kerusakan dari serangan tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Taliban, Zabiullah Mujahid mengungkapkan alasan serangan ke Bandara Kandahar.

“Bandara Kandahar menjadi target serangan kami karena digunakan musuh sebagai pusat serangan udara kepada kami,” tuturnya dikutip dari Al-Jazeera.

Bandara Kandahar merupakan fasilitas vital untuk menyediakan logistik dan dukungan udara yang diperlukan untuk menghalangi Taliban menguasai kota. Juga, menyediakan perlindungan udara untuk sebagaian besar wilayah Afghanistan selatan.

Taliban memang telah bergerak menguasai tiga kota besar penting di Afghanistan, Laskar Gah, Herat dan Kandahar.

Meski begitu, usaha mereka mendapatkan perlawanan dari tentara pemerintah Afghanistan.

Sebelumnya Taliban dikabarkan telah menguasai sejumlah wilayah pedesaan.

Baca Juga: Adik Kim Jong-Un Kesal dengan Latihan Gabungan AS-Korea Selatan, Ancaman pun Dilontarkan

Mereka juga disebut telah mengambil alih kepemimpinan dari setengah wilayah Afghanistan.

Selain itu, sejumlah wilayah perbatasan pun sudah dikuasai oleh mereka.

Taliban mulai berani bergerak untuk menduduki sejumlah tempat penting di Afghanistan setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan menarik pulang pasukannya.

Langkah AS itu akhirnya juga dilakukan oleh tentara negara-negara Eropa yang berada di Afghanistan.

Penulis : Haryo Jati Editor : Purwanto

Sumber : Al-Jazeera


TERBARU