> >

Tanpa Vaksinasi, Warga Asal Inggris yang Bepergian ke Portugal Wajib Jalani Hal Ini

Kompas dunia | 28 Juni 2021, 21:58 WIB
Tempat tidur rumah sakit lapangan disiapkan di auditorium Rumah Sakit Angkatan Darat di Lisbon, Portugal, 11 Januari 2021. Rumah sakit lapangan ini disiapkan untuk menanggulangi melonjaknya kasus Covid-19 di Portugal. (Sumber: AP Photo/Armando Franca.)

LISBON, KOMPAS.TV - Turis asal Inggris yang tiba di Portugal mulai Senin (28/06/2021) wajib menjalani karantina 14 hari, jika mereka tidak divaksin lengkap Covid-19.

Dalam pernyataan pemerintah Portugal hari ini, aturan baru, yang akan berlaku hingga 11 Juli 2021, muncul di tengah lonjakan kasus di Portugal.

Di negara tersebut, angka kasus harian Covid-19 kembali ke tingkat yang sama seperti pada Februari lalu.

Pada saat itu, negara berpenduduk 10 juta tersebut berada dalam pembatasan sosial yang ketat untuk menghadang penyebaran Covid-19.

Kasus harian juga mengalami peningkatan di Inggris selama sebulan.

Warga Inggris yang tiba di Portugal melalui jalur darat, laut, maupun udara harus menunjukkan bukti mereka telah divaksin lengkap.

"Atau jika tidak, mereka harus mengisolasi diri selama 14 hari di "rumah atau di tempat rujukan otoritas kesehatan," demikian bunyi pernyataan pemerintah seperti dilansir dari Xinhua

Baca Juga: Hadang Varian Delta, Vaksinasi Covid-19 Dikerahkan ke Seluruh Inggris

Inggris adalah sumber turis asing terbesar bagi Portugal, dan kebijakan ini membuat Eropa selatan dicoret dari daftar tujuan perjalanan bebas karantina yang dikeluarkannya awal Juni ini.

Sementara itu, Jerman menyatakan Portugal sebagai "zona varian virus" pekan lalu, sebuah langkah yang akan memicu pembatasan ketat akses keluar masuk negara tersebut.

Portugal, yang menghadapi perang terparah melawan virus corona awal tahun ini, masuk dalam daftar kuning Inggris.

Status itu menandakan pelancong harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari ketika mereka kembali ke rumah dan melakukan tes Covid-19 yang mahal.

Otoritas kesehatan Portugal menganggap varian Delta lebih menular, yang pertama kali muncul di India namun juga menyebar cepat di Inggris, sebagai penyebab lonjakan kasus baru-baru ini.

Lebih dari 70 persen dari kasus Covid-19 di wilayah Lisbon merupakan varian Delta.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU