> >

Arab Saudi Hanya Izinkan 60.000 Jemaah Ibadah Haji 2021, Siapa Saja dan Apa Syaratnya?

Kompas dunia | 13 Juni 2021, 19:39 WIB
Arab Saudi resmi menyatakan akan membatasi jemaah haji tahun ini khusus untuk 60.000 warga negara dan pemukim di kerajaan tersebut, seperti dilansir Arab News, Minggu (13/6/2021). (Sumber: Agung Pribadi)

RIYADH, KOMPAS.TV - Arab Saudi resmi menyatakan akan membatasi jemaah haji tahun ini khusus untuk 60.000 warga negara dan pemukim di kerajaan tersebut, seperti dilansir Arab News, Minggu (13/6/2021). 

Kementerian Kesehatan dan Haji Arab Saudi dalam pernyataan resminya hari Sabtu (13/6/2021) menegaskan, 60.000 warga negara dan pemukim di Arab Saudi yang diizinkan hanya mereka yang tidak punya penyakit kronis.

Selain itu hanya jemaah yang sudah menjalani vaksinasi yang dapat menjalankan ibadah haji. Namun hal itu juga terbatas bagi jemaah yang berusia 18-65 tahun saja. 

Seluruh jemaah haji tahun ini juga harus sudah menjalani vaksinasi Covid-19 secara penuh atau sudah mendapat suntikan pertama setidaknya 14 hari sebelum menjalani ibadah haji. Penyintas Covid-19 yang sudah menjalani vaksinasi penuh juga diizinkan berhaji, selama mereka warga negara dan pemukim di sana. 

Keputusan tersebut, kata Kementerian Kesehatan dan Haji Arab Saudi, berdasarkan keinginan kerajaan untuk terus melayani tamu dan pengunjung ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk berhaji dan umrah.

Dalam pernyataan itu Kerajaan Arab Saudi menekankan, aturan ini dibuat untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan manusia.

Sementara, Deputi Menteri Haji Arab Saudi mengatakan, mereka menerima pengertian yang besar dari berbagai negara muslim atas keputusan mereka membatasi jemaah haji tahun ini.

Baca Juga: Ketua Komisi VIII DPR Minta Stop Hoaks Pembatalan Haji 2021

Kerajaan Arab Saudi terapkan aturan dan kebijakan ketat bidang sanitasi dan higiene di Makkah dan Madinah , sebagai ikhtiar untuk amankan jamaah dari virus Corona (Sumber: Saudi Press Agency)

Organisasi Kerja Sama Islam dan Liga Muslim Dunia menyambut baik keputusan Arab Saudi. 

Sekjen Liga Muslim Dunia Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa mengatakan, banyak mufti senior dan cendekiawan dunia Islam menyambut baik keputusan tersebut, sembari menekankan, syariah Islam tegas menyebut, wajib hukumnya mengambil seluruh langkah pencegahan pada masa pandemi. 

Ibadah haji, suatu keharusan bagi Muslim yang berbadan sehat setidaknya sekali dalam hidup mereka bila mampu, dikhawatirkan bisa menjadi sumber utama penularan di tengah pandemi Covid-19.

"Tahun ini, haji akan terbuka untuk warga negara dan penduduk kerajaan, terbatas pada 60.000 peziarah,” kata Kementerian Haji Kerajaan, dikutip oleh Saudi Press Agency.

Haji yang dijadwalkan pada Juli, akan dibatasi untuk mereka yang telah divaksinasi dan berusia 18-65 tahun tanpa penyakit kronis. Mereka yang ingin menunaikan ibadah haji harus mendaftar secara online.

Hanya sekitar 10.000 Muslim yang ambil bagian dalam haji pada Juli tahun lalu. 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU