> >

Malaysia Lockdown Total, Hanya 17 Sektor Esensial yang Diizinkan

Kompas dunia | 31 Mei 2021, 09:32 WIB
Malaysia akan mulai berlakukan lockdown total pada Selasa (1/6/2021), selama dua pekan atau hingga 14 Juni mendatang. (Sumber: AP Photo/Vincent Thian)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Malaysia akan melakukan lockdown total yang akan dimulai pada Selasa (1/6/2021), selama dua pekan atau hingga 14 Juni mendatang.

Menteri Senior Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yakob mengatakan, Minggu (30/5/2021), hal itu dilakukan agar fasilitas medis di Malaysia kelumpuhan karena Covid-19, .

Malaysia memang mengalami peningkatan kasus Covid-19, di mana lebih dari 9.000 kasus baru terjadi pada Sabtu (29/5/2021).

Peraturan tersebut akan melarang semua aktivitas ekonomi dan sosial yang non-esensial selama dua pekan.

Baca Juga: Tersangka Teknisi yang Perbaiki Kereta Gantung yang Jatuh di Italia Jadi Tahanan Rumah

Namun Ismail Sabri menegaskan hanya 17 sektor esensial yang diperbolehkan beroperasi termasuk makanan dan minuman, fasilitas kesehatan dan transportasi.

Seperti dikutip dari The Star, lockdown ini tak berbeda dengan lockdown pertama yang mereka lakukan Maret lalu.

Ketika itu, pasar swalayan, pusat perbelanjaan, dan toko-toko yang tak menjual makanan dan minuman dilarang beroperasi.

Ismail Sabri juga memerintahkan semua pabrik untuk berhenti beroperasi, kecuali untuk 12 sektor.

Sektor tersebut antara lain program luar angkasa, makanan dan minuman, material pengepakan dan percetakan, produk kebersihan dan produk perawatan diri.

Baca Juga: Di Meksiko, Bukan Polisi yang Memburu Penjahat, tapi Sebaliknya

Namun, ia menegaskan hanya memperbolehkan 60 persen kapasitas pegawai untuk menjalankan pabrik-pabrik tersebut.

Pabrik terpilih yang berada di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, komoditas dan konstruksi diperbolehkan beroperasi secara maksimal beserta jasa penunjangnya.

Selain itu jam operasi pelayanan esensial tersebut dibatasi hanya dari jam 8 pagi hingga 8 malam di seluruh Malaysia.

“Dengan penutupan sektor ekonomi, peraturan ini akan mengurangi pekerja yang bergerak dari 15 juta menjadi hanya 1,5 juta,” tutur Ismail Sabri.

Sedangkan untuk pegawai negeri, kapasitas di kantor hanya diperbolehkan 20 persen, hanya untuk melakukan pekerjaan yang tak bisa dikerjakan dari rumah.

Baca Juga: Malaysia Lockdown Lagi karena Lonjakan Covid-19, Pakar Epidemiologi: Alarm bagi Indonesia, Waspada!

Sedangkan untuk bus dan van untuk transportasi pegawai pun dibatasi menjadi hanya 50 persen kapasitas.

Sementara itu, polisi memberikan izin bagi yang berpergian untuk perjanjian vaksinasi, selama bisa memberikan buktinya.

Selain itu untuk aktivitas olahraga dan rekreasional hanya dibatasi dengan jogging dan berlatih tanpa terlibat kontak fisik, dan hanya diperbolehkan dari pukul 7 pagi hingga 8 malam.

“Aktivitas itu bisa dilakukan di taman pemukiman, namun tetap tunduk pada perintah kontrol gerakan yang saat ini berlaku,” kata Ismail Sabri.

Penulis : Haryo Jati Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU