> >

Penerbangan Penjemputan Warga Australia dari India Hanya Diisi 80 Orang

Kompas dunia | 16 Mei 2021, 08:47 WIB
Ilustrasi negara Australia (Sumber: sydney.com)

DARWIN, KOMPAS.TV - Australia akhirnya memulai penerbangan pertama penjemputan warganya dari India.

Namun penerbangan penjemputan warga Australia itu hanya diisi 80 orang dan telah tiba di Darwin pada Sabtu (15/05/2021).

Ke-80 orang tersebut pun harus menjalani karantina selama dua pekan, setelah tiba.

Baca Juga: Ethiopia Kembali Tunda Pemilihan Umum Ditengah Ketegangan Bersenjata

Seperti dikutip BBC, penerbangan tersebut sebenarnya dijadwalkan untuk 150 orang.

Namun, 70 penumpang kemudian dilarang menaikinya setelah hasil tes menunjukkan positif Covid-19, atau diketahui memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi.

Aturan ketat Australia pada pengujian pra-penerbangan menyebabkan tak ada cukup waktu untuk memberikan kursi yang tersisa untuk orang lain, yang juga menunggu untuk kembali.

Baca Juga: Israel Kecoh Hamas Lewat Kabar Serangan Pasukan Darat di Jalur Gaza, Ini Tujuannya

Anggota Parlemen Australia, Josh Frydenberg mengatakan aka nada lebih banyak kapasitas lagi bagi orang yang ingin kembali ke Australia pada penerbangan lain.

Rencananya penerbangan tersebut akan dijadwalkan juga pada bulan ini.

“Kami mengikuti saran medis dan memastikan menlindungi warga Australia di sini,” ujar Frydenberg.

Baca Juga: Gedung Kantor Berita Associated Press dan Al-Jazeera Dibom Serangan Udara Israel

“Kami harus menjaga kesehatan, karena tahu bagaimana wabah di sini bisa berdampak pada hidup dan mata pencaharian warga Australia di sini,” tambahnya.

Ia menambahkan Komisi Tinggi Australia saat ini tengah berusaha keras untuk membantu warganya yang tertahan di India.

Saat ini, setidaknya 9.500 orang telah teregistrasi ingin kembali ke Australia.

Baca Juga: Khawatir Tertular Covid-19 dari Nepal, China Batalkan Pendakian Gunung Everest

Pemerintah Australia mengungkapkan, penerbangan tersebut dilakukan menyusul protes atas larangan terhadap semua kedatangan dari India selama tiga pekan.

Hal itu dilakukan Pemerintah Australia, mengingat India menjadi salah satu negara yang paling terdampak karena gelombang kedua Covid-19.

Tetapi para kritikus menegaskan upaya penyelamatan terlalu kecil, dan mengecualikan sebagian besar warga Australia yang terjebak di India.

Penulis : Haryo Jati Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU