> >

Kerusuhan Antara Warga Palestina dan Polisi Israel Usai Salat Tarawih Terjadi Lagi, 80 Orang Terluka

Kompas dunia | 9 Mei 2021, 09:58 WIB
Kerusahan antara polisi Israel dan warga Palestina kembali terjadi seusai Salat Tarawih di Gerang Damaskus, Sabtu (8/5/2021). (Sumber: AP Photo/Oded Balilty)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Warga Palestina dan polisi Israel kembali terlibat kerusuhan yang mengakibatkan 80 orang terluka di Yerusalem.

Kerusuhan ini terjadi di Gerbang Damaskus di Kota Tua Yerusalem, Sabtu (8/5/2021).

Kerusuhan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun, setelah sehari sebelumnya bentrok serupa terjadi di Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Kecam Serangan Milter Israel di Masjid Al-Aqsa, MUI: Tindakan Brutal dan Pengecut

Pada kerusuhan di Gerbang Damaskus, warga Palestina melempari polisi dengan batu, yang dibalas dengan granat kejut dan meriam air.

Dikutip dari BBC, Bulan Sabit Palestina melaporkan setidaknya 80 warga Palestina cedera, dan 14 di antaranya sudah dibawah ke rumah sakit.

Sementara kepolisian Israel mengungkapkan setidaknya satu polisi terluka dalam kerusuhan tersebut.

Baca Juga: Sadiq Khan Kembali Terpilih Menjadi Wali Kota London

Bentrokan kedua pihak terjadi setelah puluhan ribu orang salat Tarawih di Masjid Al-Aqsa untuk mendapati malam Lailatul Qadr.

“Mereka tak ingin kami beribadah. Selalu terjadi kerusuhan setiap hari. Selalu saja ada masalah,” ujar salah seorang saksi mata, Mahmoud Al-Marbua.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdalih negara betanggung jawab memastikan penindakan hukum dan ketertiban sambil mempertahankan kebebasan beribadah.

Baca Juga: Bentrokan Polisi Israel dan Jemaah Salat Tarawih di Masjid Al-Aqsa, 178 Warga Palestina Terluka

Namun Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas mengutuk keras apa yang dilakukan Israel, dan menyebutnya sebagai serangan penuh dosa.

Kerusuhan ini merupakan dampak atas penggusuran warga Palestina oleh para pemukim ilegal Yahudi yang didukung pengadilan Israel.

Padahal baik Amerika Serikat, dan sejumlah kekuatan Eropa, seperti Inggris dan Jerman telah meminta Israel untuk tak mengokupasi  tempat tinggal warga Palestina.

Penulis : Haryo Jati Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU