> >

Warga Sekarat Karena Covid-19, PM India Modi Malah Teruskan Renovasi Parlemen Senilai Rp25 Triliun

Kompas dunia | 8 Mei 2021, 10:48 WIB
Perdana Menteri India, Narendra Modi. (Sumber: Instagram@narendramodi)

Terlebih, New Delhi tengah memberlakukan lockdown.

Para pengkritik menilai gedung parlemen secara konstitusi bukan pelayanan esensial, dan pekerjaan konstruksi akan menjadi penyebar Covid-19.

Baca Juga: Bayi di India Meninggal Karena Covid-19, Orang Tuanya Menelantarkan Begitu Saja di Rumah Sakit

Menurut dokumen petisi yang diajukan pengacara Nitin Saluja, para pekerja terus takut Covid-19 karena pekerjaan buruh lapangan di situs konstruksi.

Pengadilan Tinggi berencana menyidangkan kasus ini di akhir bulan, tetapi para pemohon kemudian membawa masalah tersebut ke Mahkamah Agung.

Mereka beralasan pengadilan yang lebih rendah telah gagal menghargai beratnya situasi tersebut.

Baca Juga: WHO Setujui Penggunaan Sinopharm sebagai Vaksin Covid-19

“Karena ada keadaan darurat kesehatan masyarakat dalam masalah ini, penundaan apa pun dapat merugikan kepentingan publik yang lebih besar,” tulis Saluja ke Mahkamah Agung.

India dilaporkan telah mencapai lebih dari 3.000 kasus positif Covid-19 per hari, selama beberapa hari terakhir.

Bahkan kelangkaan tabung oksigen telah terjadi di sejumlah wilayah India, karena gelombang kedua yang masif di negara Asia Selatan itu.

Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU