> >

Presiden Suriah Bashar al-Assad Umumkan Amnesti Menjelang Idul Fitri dan Pemilu Presiden

Kompas dunia | 3 Mei 2021, 03:40 WIB
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengumumkan amnesi terbatas menjelang Idul Fitri 2021 dan pemilu presiden yang akan digelar 26 Mei nanti (Sumber: Syrian Presidency Facebook Page via AP, File)

DAMASKUS, KOMPAS.TV - Presiden Suriah Bashar Assad pada Minggu (02/05/2021) mengeluarkan dekrit yang memberikan amnesti dan pengurangan hukuman untuk beberapa kategori kejahatan yang dilakukan sebelum 2 Mei, kata kantor berita negara SANA seperti dikutip Associated Press, Senin, (03/05/2021)

SANA tidak memberikan alasan untuk amnesti tetapi itu terjadi beberapa hari sebelum umat Islam merayakan Idul Fitri, hari raya yang menandai akhir bulan suci Ramadhan.

Amnesti juga dilakukan menjelang pemilihan presiden 26 Mei, yang kemungkinan besar akan dimenangkan Assad untuk masa jabatan tujuh tahun keempat.

Sejak konflik Suriah dimulai pada 2011, Assad mengeluarkan amnesti serupa, yang terbaru adalah pada September 2019.

Konflik tersebut menewaskan setengah juta orang rakyat Suriah dan membuat setengah populasi negara itu terlantar termasuk lebih dari 5 juta yang menjadi pengungsi di luar negeri.

SANA menggambarkan keputusan presiden hari Minggu sebagai "keputusan amnesti paling komprehensif untuk pelaku kejahatan, pelanggaran ringan dan pelanggaran berat."

Baca Juga: Bashar al-Assad Daftarkan Diri pada Pemilu Presiden Suriah Bulan Depan

Dalam file foto 13 April 2016 ini, seorang pejabat pemilu Suriah menunggu para pemilih di TPS dengan poster Presiden Bashar Assad. 18 April 2021 ketua parlemen Suriah mengumumkan pemilihan presiden akan diadakan pada 26 Mei yang secara luas diproyeksikan akan memberi Assad masa jabatan tujuh tahun keempat. (Sumber: AP Photo/Hassan Ammar, File)

Keputusan tersebut memberikan pengampunan penuh untuk hukuman atas kejahatan dan pelanggaran termasuk penyelundupan, penyalahgunaan narkoba, dan perdagangan mata uang asing.

Pengampunan tersebut juga mencakup kejahatan penculikan, asalkan orang yang diculik dibebaskan sebelum tanggal amnesti dengan kondisi aman dan sehat.

Keputusan tersebut juga mengizinkan amnesti umum bagi pembelot militer yang menyerahkan diri dalam waktu 3 bulan bagi mereka yang berada di dalam negeri, dan 6 bulan bagi mereka yang berada di luar negeri.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU