> >

Jam Kuno Berusia Satu Abad Mati saat Tsunami Jepang, Berdetak Lagi 10 Tahun Kemudian Usai Gempa Bumi

Kompas dunia | 16 April 2021, 05:45 WIB
Jam kuno berusia 100 tahun yang sempat mati karena tsunami Jepang kembali berdetak setelah gempa 10 tahun kemudian. (Sumber: Kahoku News Via The Guardian)

MIYAGI, KOMPAS.TV - Kisah unik dimiliki jam kuno berusia satu abad yang sempat mati ketika gempa bumi dan Tsunami melanda Jepang 10 tahun lalu.

Jam yang berada di Kuil Fumonji kembali berdetak, setelah gempa bumi kembali menerpa Yamamoto di Perfektur Miyagi pada 13 Februari lalu.

Sebelumnya, jam yang disinyalir berusia 100 tahun tersebut berhenti berdetak ketika tsunami menerpa lokasi yang sama pada 11 Maret 2011.

Baca Juga: Sempat Dihancurkan ISIS, Masjid Agung dari Abad ke-12 di Mosul Akan Dibangun Ulang

Bencana tersebut membunuh lebih dari 18.000 orang. Kuil Fumonji pun tak lepas dari tsunami.

Hanya pilar dan atapnya yang terhindar dari banjir. Kepala Kuil Fumonji, Bunshun Sakano pun mengungkapkan jam kuno tersebut saat itu berhenti berdetak.

Tetapi keanehan terjadi setelah gempa bumi tahun ini, yang hanya berjarak sepekan sebelum peringatan 10 tahun bencana tsunami Jepang.

Baca Juga: Korea Selatan Akan Tuntut Jepang karena Buang Air Limbah Radioaktif Nuklir ke Samudera Pasifik

Ketika Sakano tengah memeriksa aula kuil untuk melihat seberapa parah kerusakan yang diakibatkan gempa, ia mendengar suara detakan jam.

Jam tersebut yang tetap mati selama 10 tahun meski berkali-kali dibersihkan, akhirnya kembali hidup dan berdetak.

Penulis : Haryo-Jati

Sumber : Kompas TV


TERBARU