> >

Tentara dan Polisi Myanmar Gunakan TikTok Ancam Bunuh Pengunjuk Rasa

Kompas dunia | 4 Maret 2021, 19:18 WIB
Tentara berdiri di samping truk militer yang diparkir di dekat markas besar partai Liga Nasional untuk Demokrasi di Yangon, Myanmar Senin, 15 Februari 2021. (Sumber: AP Photo)

YANGON, KOMPAS.TV - Tentara dan polisi Myanmar bersenjata menggunakan TikTok untuk menyampaikan ancaman pembunuhan kepada pengunjuk rasa yang menentang kudeta bulan lalu, kata para peneliti, mendorong aplikasi berbagi video China untuk mengumumkan telah menghapus konten yang memicu kekerasan.

Kelompok Advokasi Hak Digital, Myanmar ICT for Development (MIDO) seperti dilansir Reuters, Kamis, (04/03/2021) mengatakan telah menemukan lebih dari 800 video pro-militer yang mengancam pengunjuk rasa pada saat meningkatnya kekerasan dan pertumpahan darah,  dengan 38 pengunjuk rasa tewas pada hari Rabu saja menurut PBB. 

"Ini hanya puncak gunung es," kata direktur eksekutif MIDO Htaike Htaike Aung, yang mencatat bahwa ada "ratusan" video tentara dan polisi berseragam di aplikasi.

Seorang juru bicara tentara dan junta tidak menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga: Unjuk Rasa Kembali Terjadi di Seluruh Myanmar, Tak Gentar Oleh Pembunuhan 38 Pengunjuk Rasa Kemarin

Suster Ann Nu Thawng yang sedang berlutut di hadapan barisan polisi Myanmar. (Sumber: Twitter @CardinalMaungBo)

Satu video dari akhir Februari ditinjau oleh Reuters menunjukkan seorang pria berseragam tentara mengarahkan senapan serbu ke kamera dan berbicara kepada pengunjuk rasa: "Saya akan menembak di wajah sialan Anda ... dan saya menggunakan peluru sungguhan."

"Saya akan berpatroli di seluruh kota malam ini dan saya akan menembak siapa pun yang saya lihat ... Jika Anda ingin menjadi martir, saya akan memenuhi keinginan Anda."

Reuters tidak dapat menghubunginya atau pria berseragam lainnya yang muncul di video TikTok atau untuk memverifikasi bahwa mereka berada di angkatan bersenjata.

TikTok adalah platform media sosial terbaru yang mengalami perkembangan konten yang mengancam atau ujaran kebencian di Myanmar.

Baca Juga: Junta Militer Myanmar Kaget, Kudeta yang Dilakukan Banyak Ditentang

Pengunjuk rasa anti-kudeta dengan perisai darurat berdiri saat unjuk rasa di Yangon, Myanmar, Rabu 3 Maret 2021. Demonstran di Myanmar turun ke jalan lagi pada Rabu untuk memprotes perebutan kekuasaan bulan lalu oleh militer. (Sumber: AP Photo)

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU