> >

Terungkap, Inilah Penyebab Ledakan di Tambang Emas di China Yang Tewaskan 10 Pekerja Tambang

Kompas dunia | 23 Februari 2021, 21:26 WIB
Foto yang dirilis oleh kantor berita Xinhua tanggal 13 Januari 2021 ini menunjukkan tim penyelamat tengah berupaya mengeluarkan para pekerja tambang yang terjebak menyusul ledakan besar di tambang emas di Qixia, Provinsi Shandong, China. (Sumber: Wang Kai / Xinhua via AP)

BEIJING, KOMPAS.TV – Masih ingat dengan insiden ledakan di sebuah tambang emas di timur China yang menewaskan 10 pekerja tambang bulan lalu? Penyebabnya adalah penyimpanan dan pengunaan bahan peledak yang tidak tepat hingga menyebabkan terjadinya sebuah ledakan besar di tambang emas tersebut.

Sebanyak 45 orang kini harus menghadapi hukuman, termasuk kemungkinan hukuman pidana, atas bencana yang terjadi di kota Qixia di Provinsi Shandong bulan lalu, seperti dikutip dari harian Partai Komunis China People’s Daily pada Selasa (23/2).

Baca Juga: Bendungan Limbah Tambang Pecah dan Tenggelamkan Kota, Vale Bayar Ganti Rugi 7 Milyar Dolar AS

Ledakan yang terjadi pada 10 Januari lalu itu melepaskan 70 ton reruntuhan yang menutupi sebuah lubang dalam tambang, hingga menyebabkan lift tak bisa berfungsi dan menjebak 22 pekerja di dalam tanah. Upaya penyelamatan berlangsung selama 2 minggu dan akhirnya bisa menarik keluar 11 pekerja tambang ke permukaan. Hingga kini, 1 orang pekerja tambang masih dinyatakan hilang.

Associated Press melaporkan, di antara terhukum, terdapat 28 pegawai publik dan 15 pejabat dari perusahaan peledak, konstruksi dan tambang yang terlibat dalam pekerjaan operasional tambang. Baik pemilik tambang, Shandong Wucailong Investment Co. Ltd. dan pemerintah kota Qixia tampaknya telah menunda melaporkan kecelakaan tersebut selama lebih dari 24 jam ke pihak berwenang untuk menghindari ancaman hukuman.

Baca Juga: Terjebak Dua Minggu di Tambang, 11 Pekerja Akhirnya Berhasil Diselamatkan

Kerugian ekonomi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai 10,5 juta dolar AS.

Upaya penyelamatan selama dan semahal seperti pada bulan lalu merupakan hal baru bagi industri tambang China, yang kerap memakan 5.000 korban jiwa saban tahunnya. Kendati pengawasan terhadap industri ini telah ditingkatkan, adanya permintaan batubara dan logam mulia terus memicu terjadinya banyak pelanggaran. Pemerintah China telah mengeluarkan aturan baru yang jauh lebih ketat, setelah 39 pekerja tambang tewas dalam 2 kecelakan di kawasan pegunungan di barat-daya Chongqing  tahun lalu.

Baca Juga: Jenazah 9 Pekerja Tambang di China Ditemukan

 

Penulis : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU