> >

Kudeta Myanmar: Tokoh Junta Militer yang Kini Jadi Menteri Setelah Kudeta

Kompas dunia | 4 Februari 2021, 13:17 WIB
Penguasa militer tertinggi Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat memimpin rapat kabinet pertama pasca kudeta militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi 1 Februari lalu (Sumber: Straits Times/AFP)

NAYPYIDAW, KOMPAS.TV – Minggu ini kubu militer yang dikenal dengan sebutan Tatmadaw mengakhiri kekuasaan demokratis semu di Myanmar, saat serdadu dengan perencanaan matang melaksanakan kudeta dan mengambil alih kendali negara

Kubu militer, seperti dilansir Associated Press, mengatakan hal itu diperlukan karena pemerintah sipil gagal menindaklanjuti tudingan kecurangan pemilu November lalu, yang dimenangkan secara telak oleh partai Liga Nasional Untuk Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi.

Kini Suu Kyi berada dibawah tahanan militer, dan Tatmadaw mengklaim pengambilalihan kekuasaan tersebut sah. Setelah itu, militer Myanmar mengumumkan mengambil alih pemerintahan dan mengumumkan keadaan darurat selaam satu tahun.

Baca Juga: Kudeta Myanmar: Pemimpin Kudeta 1 Februari Jenderal Min Aung Hlaing Akhirnya Buka Suara

Panglima militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, bertindak sebagai Ketua Dewan Administrasi Negara yang bisa dibilang sebagai jabatan tertinggi.

Dia diberi mandat atas kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Menandai kembalinya militer setelah 10 tahun demokrasi.

Selain itu, militer Myanmar telah mencopot jabatan sejumlah menteri dan menunjuk beberapa perwira tinggi untuk mengisi jabatan-jabatan penting pemerintah Myanmar.

Dilansir dari The Guardian, berikut sejumlah tokoh yang ditunjuk untuk mengisi jabatan-jabatan penting di Myanmar setelah militer mengkudeta pemerintah.

Baca Juga: Dituduh Impor Walkie Talkie Ilegal, Aung San Suu Kyi Hadapi Jeruji Besi

Menteri Dalam Negeri: Letjen Soe Htut Letnan Jenderal

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU