> >

Hong Kong Terapkan Lockdown Super Ketat, Warga Dilarang Keluar Kecuali Punya Hasil Tes Negatif

Kompas dunia | 24 Januari 2021, 10:13 WIB
Warga Hong Kong melintas di jalan saat liburTahun Baru Imlek, 27 Januari 2020. (Sumber: AFP/Anthony Wallace via Kompas.com)

HONG KONG, KOMPAS.TV – Gelombang keempat wabah Covid-19 telah menerjang Hong Kong. Menanggapi hal tersebut, pemerintah setempat memutuskan untuk melakukan lockdown super ketat pada Sabtu (23/1/2021).

Hal tersebut dilakukan untuk melawan gelombang keempat wabah virus corona, dimana dua bulan terakhir ini terdapat 4.300 kasus tercatat. Angka tersebut naik hampir 40 persen dibanding bulan sebelumnya.

Salah satu aturan lockdown Hong Kong adalah warga di sejumlah blok di distrik Jordan, Kowloon dilarang keluar apartemennya kecuali menunjukkan hasil negatif dari tes Covid-19.

Hasil uji limbah di wilayah tersebut ditemukan jejak virus yang telah terkonsentrasi. Sistem pipa yang kurang baik dan minimnya sirkulasi udara di apartemen-apartemen di Jordan menjadi salah satu faktor penyebaran virus di wilayah tersebut.

Oleh karenanya pemerintah berencana untuk menguji semua warga di distrik tersebut dalam 48 jam ke depan demi mencapai nol kasus.

“Warga harus tinggal di tempat mereka untuk menghindari infeksi silang sampai mereka mendapatkan hasil tes,” ujar Menteri Kesehatan Hong Kong, Shopia Chan, seperti dilansir dari The Guardian, Minggu (24/1/2021).

Baca Juga: Hong Kong Terapkan Lockdown Corona untuk Pertama Kalinya Sejak Pandemi

Selain warga distrik Jordan, siapa pun yang telah berada di distrik tersebut selama lebih dari dua jam dalam dua minggu terakhir juga harus menjalani tes Covid-19.

Hong Kong sendiri merupakan salah satu wilayah pertama yang terdampak virus Covid-19 di luar China Tengah.

Penyebaran Covid-19 ini menyebabkan infeksi di bawah 10.000 kasus dengan 170 kematian setelah pemerintah memberlakukan aturan jaga jarak yang ketat dan harus mengorbankan sektor ekonomi.

Penulis : Fiqih-Rahmawati

Sumber : Kompas TV


TERBARU