> >

Serbia Resmikan Jalur Pipa Gas Rusia Abaikan Oposisi Amerika Serikat

Kompas dunia | 2 Januari 2021, 02:00 WIB
Pada Jumat ini, 13 Juni 2014, file foto, bendera Serbia terlihat pada pipa gas di bagian pertama pipa gas alam Gazprom South Stream dekat desa Sajkas, 80 kilometer (50 mil) utara Beograd, Serbia . Menentang seruan AS untuk mengurangi ketergantungannya pada pasokan energi dari Rusia, Serbia pada hari Jumat, 1 Januari 2021 secara resmi meluncurkan tautan gas baru yang akan membawa tambahan gas Rusia ke negara Balkan melalui Bulgaria dan Turki. (Sumber: AP Photo)

BELGRADE, KOMPAS TV - Serbia pada hari Jumat (01/01/2021) secara resmi mengaktifkan jalur pipa gas baru yang akan membawa tambahan gas Rusia ke negara Balkan melalui Bulgaria dan Turki.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic menghadiri upacara pada hari Jumat untuk pembukaan bagian pipa Arus Gas Asal Turki sepanjang 400 kilometer (250 mil), dengan mengatakan bahwa Serbia telah menjadi "lebih kaya" berkat pasokan energi Rusia.

"Serbia telah berhasil, dengan bantuan teman dan mitra Rusia kami, untuk mengamankan pasokan gas," kata Vucic. “Dari wilayah kami, gas akan menuju Hungaria, Bosnia-Herzegovina, kami akan melihat teritori dan negara lain (yang akan disertakan) di masa depan. Ini hari yang penting dan hebat untuk negara kita. "

Baca Juga: Ada Cerita Lain dari Perpecahan Etnis Serbia – Albania di Kosovo

Serbia sejauh ini menerima gas Rusia melalui Hungaria dan Ukraina. Tetapi dengan upaya Moskow untuk menghindari jaringan pipa Ukraina ke seluruh Eropa, mereka telah mencari rute pasokan alternatif.

Seperti pipa Nord Stream 2 yang hampir rampung untuk menggandakan pasokan gas Rusia ke Jerman, Turkish Stream terancam sanksi AS terhadap perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.

Serbia, negara kandidat anggota Uni Eropa, hampir seluruhnya bergantung pada pasokan energi Rusia. Washington telah mendesak Serbia untuk mendiversifikasi pasokan dan penggunaan energinya serta menggunakan pengiriman gas cair Amerika, walau cenderung lebih mahal.

Baca Juga: Akibat Perseteruan Bersejarah, Serbia dan Montenegro Saling Usir Duta Besar

Meskipun ketika dia berada di Washington, Vucic menandatangani janji untuk mengurangi ketergantungan energi Rusia pada Serbia, dia mengatakan dia tidak akan diperas oleh siapa pun untuk membeli gas yang lebih mahal karena alasan politik.

Meskipun Serbia telah secara resmi mencari keanggotaan Uni Eropa, Serbia juga telah memperkuat hubungan politik, ekonomi dan militernya dengan sekutu tradisional Rusia serta dengan China.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU