> >

Heboh Lirik Indonesia Raya Diubah, Dubes Hermono: Tak ada Protes, Situasi Adem

Kompas dunia | 28 Desember 2020, 21:34 WIB

 

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono. (Sumber: Tribunnews)


JAKARTA, KOMPAS.TV- Heboh beredar video yang memparodikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dengan lirik tak pantas dan merendahkan. Banyak  kalangan di Indonasia tak terima dengan tayangan tersebut.

Namun, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono menyebut situasi dan kondisi di Malaysia tenang-tenang saja tidak ada kehebohan seperti di Indonesia.

"Penduduk tidak ada yang protes. Situasinya adem, yang rame kan di sini (Indonesia)," kata Hermono saat diwawancara Kompas TV, Senin (28/12/2020). 

Baca Juga: Malaysia Selidiki Pelaku Parodi Lagu 'Indonesia Raya'

Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Polisi Diraja Malaysia untuk mengusut kasus ini. " Pihak polisi Malaysia akan melakukan investigasi dan akan menuntaskan kasus ini," tambahnya.

Sebab, meski pun di Malaysia kasus ini tidak heboh, tetap saja menganggu hubungan kedua negara. Bahkan, kata Hermono, Ikatan  wartawan Malaysia sudah mengecam tindakan yang ada di dalam video tersebut.    


Sebelumnya, beredar  video berdurasi 1 menit 30 detik itu dengan lirik  lagu Indonesia Raya diganti oleh kata-kata tidak pantas dan kasar. Kemudian lambang burung Garuda juga diganti oleh seekor ayam berkalung Pancasila. 

Baca Juga: Heboh! Akun Berbendera Malaysia Hina Lagu Indonesia Raya

Video itu diunggah oleh akun YouTube MY Asean yang kini sudah dihapus akan tetapi sejumlah akun sempat memposting ulang video itu. Belum jelas kapan video itu diupload dan siapa sebenarnya pemilik akun MY Asean. 

Kedubes Malaysia di Jakarta  menyayangkan dan mengutuk video itu. Sebab video ini dapat berimbas terhadap hubungan bilateral kedua negara. 
"Pemerintah Malaysia sangat mengutuk provokasi negatif apa pun yang ditujukan untuk meregangkan hubungan bilateral Malaysia dan Indonesia," demikian bunyi pernyataan sikap Kedubes Malaysia.

Kedubes Malaysia juga  menegaskan, otoritas akan setempat mengusut masalah ini. Jika terbukti video itu dibuat oleh penduduk Malaysia, mereka akan memberikan hukuman tegas.


 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU