> >

Polisi Maroko Bubarkan Unjuk Rasa Menentang Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Kompas dunia | 15 Desember 2020, 08:56 WIB
Seorang pengunjuk rasa menentang kesepakatan normalisasi antara Maroko dan Israel, di Rabat, Maroko, Senin, 14 Desember 2020. (Sumber: AP Photo/Mosaab Elshamy)

RABAT, KOMPAS TV – Aparat keamanan Maroko hari Senin (15/12/2020) membubarkan sekelompok aktifis yang melakukan unjuk rasa di depan gedung parlemen mengecam keputusan kerajaan untuk membuka hubungan diplomatik resmi dengan Israel, demikian dilaporkan Associated Press. 

Puluhan polisi menggunakan peralatan anti huru-hara mendorong para pengunjuk rasa menjauh dari gedung parlemen di Rabat, ibukota Maroko. Pengunjuk rasa menolak normalisasi hubungan diplomatik antara Tel Aviv Israel dan Rabat Maroko serta menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina atas keputusan tersebut. 

Normalisasi hubungan diplomatik itu sendiri diperantarai Amerika Serikat dan diumumkan oleh Presiden AS petahana, Donald Trump. 

Sion Assidon, seorang Maroko keturunan Yahudi yang juga seorang pegiat Hak Asasi Manusia kepada wartawan sambil didorong aparat keamanan menjauh dari gedung parlemen, seperti dikutip Associated Press mengatakan, "Siapapun yang menunjukkan ketidaksetujuan harus ditutup mulutnya sama lakban,"

Baca Juga: Maroko Segera Ajarkan Sejarah dan Budaya Yahudi di Sekolah Dasar

Abdessamad Fathi, presiden dari kelompok Maroko Pendukung Urusan Ummat, sebuah kelompok yang terafiliasi dengan gerakan terlarang Al Adl Wal Ihsan di Facebook mengatakan, keputusan pemerintah untuk melarang unjuk rasa sambil duduk adalah indikasi bahwa normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel "Diberlakukan bagi rakyat Maroko,"

Hari Minggu (13/12/2020) pemerintah Maroko mengijinkan pengumpulan massa berjumlah besar diluar gedung parlemen untuk mendukung kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik, yang dalam kesepakatan itu juga termasuk pengakuan Amerika Serikat atas klaim Maroko pada wilayah Sahara Barat. 

Unjuk rasa besar lainnya digelar hari Minggu di kota Laayoune di Sahara Barat, dimana ribuan rakyat Maroko meneriakkan slogan mendukung kesepakatan raja dengan AS dan Israel untuk normalisasi hubungan diplomatik. 

Baca Juga: Normalisasi Hubungan dengan Israel, Maroko Dapat Tawaran Eksklusif Pembelian Senjata dari AS

Istana kerajaan di Rabat dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Associated Press, mengatakan Raja Muhammad VI menjanjikan Presiden AS Donald Trump bahwa Raja akan memfasilitasi penerbangan langsung untuk membawa warga Maroko keturunan Yahudi serta wisatawan Israel dari dan ke Maroko, serta membuka kembali kantor penghubung. 

Pengumuman itu disambut gembira berbagai partai politik di Maroko dan memunculkan kekecewaan mendalam di kalangan kelompok Islam negeri itu.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU