> >

Pesawat Luar Angkasa China Siap Bawa Batuan Bulan ke Bumi

Kompas dunia | 7 Desember 2020, 10:44 WIB
Pesawat luar angkasa China lepas landas dari bulan dengan kargo yang membawa sampel batuan bulan. (Sumber: Kantor Luar Angkasa Nasional China via AP)

BEIJING, KOMPAS.TV - Pesawat luar angkasa China yang berhasil mendarat di bulan beberapa hari lalu, kini memindahkan batu yang dibawanya dari bulan ke pengorbit, Minggu (6/12/2020). Hal ini dilakukan sebagai persiapan untuk mengembalikan sampel batuan dan bulan untuk dibawa ke Bumi.

Peristiwa bersejarah ini merupakan yang pertama kalinya pesawat luar angkasa membawa sampel batuan bulan, dalam hampir 45 tahun terakhir.

Dalam tahap pendakian ini, pesawat ruang angkasa Chang'e melakukan transfer batuan bulan setelah berlabuh dengan pesawat ruang angkasa robot. Sebuah kontainer yang berisi 2 kilogram batuan, dipindahkan ke pengorbit 30 menit kemudian.

Baca Juga: Pesawat Luar Angkasa China yang Mendarat di Bulan, Lepas Landas Kembali ke Bumi

Jika batuan bulan ini berhasil dibawa ke bumi, maka China akan menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet yang membawa batu bulan ke Bumi.

Kapsul yang membawa sampel batuan, akan mendarat di padang rumput bagian utara China, tepatnya di wilayah Mongolia Dalam pada pertengahan Desember.

Mereka akan menjadi sampel segar pertama dari permukaan bulan yang diperoleh para ilmuwan sejak penyelidikan Luna 24 Uni Soviet pada tahun 1976. Sampel batuan dari bulan ini sangat penting bagi penelitian tentang luar angkasa.

Menurut Kantor Luar Angkasa Nasional China, Pesawat Luar Angkasa Chang'e yang diluncurkan dari permukaan bulan pada hari Jumat lalu, meninggalkan modul pendarat yang mengibarkan bendera Tiongkok.

Baca Juga: Pesawat Luar Angkasa China Berhasil Mendarat di Bulan

China saat ini melakukan serangkaian misi luar angkasa yang semakin ambisius. Beberapa misi yang dilakukannya adalah perjalanan ke Mars dan pengembangan pesawat luar angkasa yang dapat digunakan kembali.

Program menuju bulan dengan pesawat luar angkasa Chang'e, juga mengoperasikan wahana di sisi jauh bulan yang selama ini kurang dieksplorasi. China juga berencana untuk membawa manusia kembali ke bulan, lima dekade setelah astronot Amerika.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU