> >

Pendukung Trump Serbu Pusat Penghitungan Suara, Ribuan Demonstran Turun Ke Jalan

Kompas dunia | 6 November 2020, 00:15 WIB
Demonstran turun ke jalan di Portland, Oregon, menuntut penghitungan setiap suara, Rabu (4/11). (Sumber: AP Photo / Marcio Jose Sanchez)

AMERIKA SERIKAT, KOMPAS.TV – Puluhan pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerbu pusat-pusat penghitungan suara di Detroit dan Phoenix. Mereka marah karena perolehan suara Trump di kedua negara bagian tersebut jauh di bawah rival Trump, kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Sementara, ribuan demonstran anti-Trump turun ke jalan di kota-kota besar di seluruh AS.

“Hentikan penghitungan suara!” demikian seruan para pendukung Trump di Detroit, sementara di Phoenix, seruan “Hentikan pencurian (suara)!” bergema di pusat penghitungan suara. Mengenakan atribut Trump, para pendukung Trump memenuhi area parkir pusat penghitungan suara di Maricopa County di Phoenix. Sebagian dari mereka juga menghujat Fox News yang telah menyiarkan kemenangan Biden di negara bagian Arizona.

Puluhan pendukung Trump menyerbu pusat penghitungan suara di Detroit, Rabu (4/11). (Sumber: AP Photo / Carlos Osorio)

Aksi protes ini digelar menyusul klaim tanpa bukti Trump bahwa ada kecurangan dalam penghitungan surat suara, terutama surat suara yang dikirim melalui pos. Kubu Trump juga melayangkan tuntutan adanya praktek kecurangan dalam penghitungan suara di sejumlah negara bagian.

Baca Juga: Donald Trump Marah-Marah ke Pemilik Fox News, Ini Alasannya

Kendati begitu, proses penghitungan suara tetap berlangsung hingga malam, disaksikan para pengamat dari kedua kubu.

Dua pejabat Maricopa County, Phoenix mengeluarkan pernyataan bersama yang menyayangkan adanya misinformasi tentang integritas proses pemilihan.

“Setiap orang tentu menginginkan setiap surat suara dihitung, entah itu lewat pos atau diberikan secara langsung,” demikian pernyataan Ketua Dewan Pengawas Maricopa dari Partai Republik Clint Hickman dan Steve Gallardo dari Partai Demokrat. “Penghitungan suara yang akurat tentu memakan waktu. Inilah bukti demokrasi, bukan penipuan.”

Baca Juga: Merasa Ada Penipuan saat Penghitungan Suara, Tim Kampanye Donald Trump Akan Tuntut Nevada

Sementara, dari New York hingga Seattle, ribuan demonstran turun ke jalan, mendesak agar setiap suara dihitung.

Ribuan orang turun ke jalan menuntut penghitungan setiap suara di Portland, Oregon, Rabu (4/11). (Sumber: AP Photo / Marcio Jose Sanchez)

Di Portland, Oregon, gubernur Kate Brown menurunkan Garda Nasional untuk menangani demonstrasi yang berubah menjadi aksi kekerasan dan perusakan. Demonstran memprotes beragam isu, di antaranya kebrutalan polisi dan penghitungan suara pilpres AS.

“Penting untuk percaya pada proses dan sistem yang telah menjamin pemilihan yang bebas dan adil di negara ini selama puluhan tahun, bahkan di saat krisis,” kata Brown dalam pernyataannya. “Kita semua bersama-sama dalam hal ini.”

Baca Juga: Sengit! Detik Akhir Pilpres AS Biden vs Trump

Di Seattle, pihak berwenang menangkap 7 orang terkait aksi demonstrasi.

Di New York dan Chicago, ratusan orang juga turun ke jalan.

Aksi serupa memprotes pilpres AS dan kesenjangan rasial juga berlangsung di Los Angeles, Houston, Pittsburgh, Minneapolis dan San Diego.

Penulis : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU