> >

Tengah Berjuang Menghadapi Covid-19, Kini Eropa Hadapi Aksi Protes Dari Rakyat

Kompas dunia | 28 Oktober 2020, 03:43 WIB
Aksi protes meletus di Turin, Senin (26/10/2020) waktu setempat. Warga memprotes aturan pembatasan sosial baru yang ditetapkan pemerintah. (Sumber: Associated Press)

Baca Juga: Sama-sama Dilanda Covid-19, AS dan Eropa Gunakan Kebijakan yang Kontras

Dokter Spanyol melakukan pemogokan nasional pertama dalam 25 tahun terakhir, untuk memprotes kondisi kerja yang buruk.

Protes lainnya juga direncanakan akan berlangsung di Belanda.

Di Inggris, kemarahan dan frustrasi atas penanganan pandemi yang tidak merata oleh pemerintah telah meletus menjadi krisis politik terkait masalah pangan bagi anak-anak.

Pemerintah Konservatif Inggris berada di bawah tekanan besar untuk terus memberikan makan siang gratis, kepada anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

Kabinet Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mempersiapkan keputusan baru dengan mengucurkan dana sebesar 5 miliar euro (Rp 86.7 triliun), sebagai solusi ekonomi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Protes keras meletus di kota-kota besar Italia dari Milan ke Turin, hingga Napoli. Warga ingin menunjukkan bahwa janji bantuan dari pemerintah hanya menawarkan sedikit bantuan dari permasalahan mereka.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Italia Akan Terapkan Pembatasan Sosial Baru

Masih banyak bisnis yang berusaha untuk bangkit pada musim panas lalu, dan kini harus menghadapi pengetatan aturan lagi.

Pada hari Selasa (28/10/2020), puluhan pemilik restoran melakukan protes di depan balai kota Milan.

Warga mengatakan bahwa solusi yang ditawarkan pemerintah sampai saat ini tidak memadai dan meminta para pemimpin untuk mengizinkan mereka kembali bekerja.

"Tidak ada yang memikirkan kami,'' kata Giacomo Errico, presiden FIVA Commercio Lombardy yang mewakili pengusaha. Mereka telah menganggur sejak Februari lalu.

"Kami ingin bertemu dengan pemerintah agar mereka dapat mendengar apa yang kami butuhkan, karena kami sekarat karena kelaparan," katanya seperti dilansir dari the Associated Press.

Aksi protes yang dilakukan kemarin awalnya berlangsung damai. Namun beranjak malam, aksi berkembang menjadi vandalisme, penjarahan, dan bentrokan dengan polisi.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU