> >

Partai Buruh Unggul Telak, Jacinda Ardern Hampir Pasti Terpilih Kembali Sebagai PM Selandia Baru

Kompas dunia | 18 Oktober 2020, 00:03 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (Sumber: Shutterstock)

Sekarang Partai Buruh akan dapat memerintah sendiri dengan dukungan dari Partai Hijau (yang diproyeksikan meraih 10 kursi parlemen) dan Partai Maori (yang diproyeksikan meraih satu kursi), sehingga memberi Jacinda lebih banyak kelonggaran untuk bergerak ke kiri. Keputusan inti yang dihadapi Ardern adalah seberapa jauh pemerintahannya bisa mendorong perubahan, dengan proposal yang mana, pada saat ekonomi masih terancam pandemi.

Kemenangan Seorang Bintang Dunia

Pemilu Selandia Baru tahun ini memang tidak pernah diproyeksikan sebagai pemilu yang mendebarkan. Jajak pendapat telah menempatkan Jacinda Ardern di jalur untuk memenangkan masa jabatan kedua, dan penghitungan suara seperti menegaskan apa yang semua orang sudah duga sebelumnya.

Pertanyaan sebenarnya adalah seberapa besar Jacinda Ardern dan partainya akan menang dan menurut standar siapa pun ini adalah kemenangan yang luar biasa.

Ini adalah kemenangan besar bagi partai yang telah dijalankan oleh kekuatan dan popularitas pemimpinnya. Jacinda Ardern telah memimpin Selandia Baru melalui serangan teroris, bencana alam dan pandemi global - dan telah melakukannya dengan mengutamakan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang.

Bagaimana Bekerjanya Pemilihan Umum Selandia Baru?

Seperti dikutip dari BBC News, Selandia Baru mengadakan pemilihan umum setiap tiga tahun. Di bawah sistem MMP, pemilih diminta untuk memilih dua kali - untuk partai pilihan mereka dan untuk daerah pemilihan mereka, dalam hal ini memilih anggota parlemen yang akan mewakili.

Sebuah partai harus menerima lebih dari 5% suara partai atau memenangkan kursi elektorat untuk masuk dan mendapat kursi di parlemen, dengan sejumlah kursi disediakan untuk kandidat Maori.

Untuk membentuk pemerintahan, satu partai perlu memenangkan 61 dari 120 kursi. Namun sejak MMP diperkenalkan, tidak ada pihak yang mampu melakukannya sendiri.

Partai biasanya harus bekerja sama, sehingga menghasilkan pemerintahan koalisi. Ini juga berarti politisi dari partai kecil dengan sedikit kursi dapat memutuskan jalannya pemilihan meskipun partai besar mendapatkan bagian suara yang lebih besar. Itu terjadi pada 2017, ketika Partai Nasional memenangkan jumlah kursi terbanyak, tetapi tidak dapat membentuk pemerintahan dan Partai Buruh berkoalisi dengan Partai Hijau dan Selandia Baru Pertama, sebuah partai nasionalis, sehingga meraih mayoritas parlemen dan dapat membentuk pemerintahan. (Edwin S Bimo

Penulis : Zaki-Amrullah

Sumber : Kompas TV


TERBARU