> >

Adakah Vaksin untuk Kanker Payudara? Begini Kata Ahli

Tips, trik, dan tutorial | 27 Oktober 2021, 16:08 WIB
Klinik Cleveland telah memulai pengujian klinis dari vaksin baru yang dirancang untuk mencegah kanker payudara triple-negatif (TNBC). (Sumber: pixabay.com)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Selama bertahun-tahun, para ahli telah mencari cara untuk memperbanyak pilihan pengobatan bagi penderita kanker payudara. Tapi bagaimana dengan pencegahan penyakitnya?

Klinik Cleveland telah memulai pengujian klinis dari vaksin baru yang dirancang untuk mencegah kanker payudara triple-negatif (TNBC).

TNBC menyumbang 12% sampai 15% dari semua kanker payudara dan merupakan subtipe yang paling agresif dan mematikan, dengan hampir seperempat pasien meninggal dalam waktu lima tahun setelah diagnosis.

TNBC juga secara tidak proporsional mempengaruhi wanita kulit hitam dan wanita dengan mutasi gen BRCA1.

Dilansir Cleveland Clinic, ahli onkologi, G Thomas Budd, MD, yang merupakan peneliti utama percobaan, menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana masa depan pencegahan kanker payudara.

Uji klinis ini didasarkan pada penelitian dan studi laboratorium selama dua dekade oleh ahli imunologi Cleveland Clinic Lerner Research Institute Vincent Tuohy, PhD.

Dr Tuohy adalah penemu utama teknologi vaksin, yang dilisensikan Klinik Cleveland kepada Anixa Biosciences, Inc.

Baca Juga: Kanker Payudara, Sadari Sejak Dini - AYO SEHAT

Studi tersebut menunjukkan bahwa pengaktifan sistem kekebalan yang disebut -laktalbumin mencegah kanker payudara pada tikus yang berisiko terkena penyakit tersebut. Penelitian awalnya diterbitkan di Nature Medicine.

Percobaan pada manusia dilakukan pada individu yang telah menyelesaikan pengobatan untuk TNBC dan berisiko kembali terkena kanker.

Tujuan dari uji coba fase pertama ini adalah untuk menentukan dosis yang tepat pada pasien dengan TNBC stadium awal dan untuk mengoptimalkan respons imun tubuh terhadap vaksin.

“Uji coba ini adalah studi pertama dalam perjalanan panjang yang kami harap akan mengarah pada vaksin yang dapat mencegah setidaknya beberapa kanker payudara,” kata Dr Budd.

“Tujuan jangka panjang kami adalah untuk menentukan apakah vaksin ini dapat mencegah kanker payudara – terutama bentuk penyakit yang lebih agresif – sebelum terjadi.”

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU