> >

5 Terapi untuk Penderita Gangguan Kesehatan Mental yang Berbeda

Tips, trik, dan tutorial | 26 Oktober 2021, 16:14 WIB
Seorang profesional kesehatan mental dapat menggabungkan aspek yang berbeda dari jenis yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan individu yang berbeda. (Sumber: pixabay.com)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV – Tidak jarang seseorang merasa terbebani dengan hidup, mengalami kecemasan, dan sejumlah gejala gangguan kesehatan mental lainnya.

Berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental yang terlatih dapat membantu keluhan yang dirasakan.

Namun, tidak semua orang mengerti dan memahami terapi yang harus dilaksanakan. Psikolog Dawn Potter, PsyD, membahas jenis terapi yang paling umum dan apa yang paling cocok untuk masing-masing gangguan.

Dilansir Cleveland Clinic, psikoterapi dapat membantu mereka yang memiliki gangguan mental atau kesulitan emosional. Ini dapat meredakan gejala dan membantu seseorang merasa lebih baik dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Terapi semacam ini sering digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan atau terapi lainnya.

Institut Kesehatan Mental Nasional Amerika Serikat mengatakan 1 dari 5 orang Amerika dewasa mengalami gangguan mental, perilaku atau emosional, tetapi kurang dari setengahnya telah menerima layanan kesehatan mental dalam satu tahun terakhir.

Pertimbangkan terapi jika:

- Anda mengalami kesulitan mengelola stres.

Baca Juga: Jangan Biasakan Self-Diagnose, Karena Bisa Bahayakan Kesehatan Mental

- Anda secara konsisten merasa kewalahan atau kelelahan.

- Anda memiliki masalah terus-menerus yang tidak dapat Anda selesaikan sendiri.

- Anda merasa tertekan atau tidak tertarik dengan kehidupan.

- Anda memiliki kecemasan.

Ada beberapa jenis terapi yang umum dilakukan pada gangguan kesehatan mental. Seorang profesional kesehatan mental dapat menggabungkan aspek yang berbeda dari jenis yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan individu yang mencari pengobatan.

Berikut 5 jenis terapi untuk penderita gangguan kesehatan mental:

1. Terapi psikodinamik

Terapis menggunakan pendekatan ini untuk membantu orang mengidentifikasi keyakinan bawah sadar yang dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku pasien.

Misalnya, seseorang yang sejak anak-anak dituntut untuk mendapat nilai A, mungkin memiliki keyakinan bawah sadar bahwa mereka akan dihukum untuk sesuatu yang kurang sempurna.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan wawasan tentang jenis materi bawah sadar apa pun yang mungkin mendorong perilaku untuk membuat perubahan pada orang tersebut, agar memahami diri mereka sendiri dan mengapa mereka melakukan hal-hal tertentu," kata Dr Potter.

Terapi ini adalah pilihan yang baik bagi mereka yang memiliki masalah dengan harga diri, kepercayaan diri dan ekspresi diri. Ini juga dapat membantu mereka yang mengalami depresi dan kecemasan.

2. Terapi Perilaku

Berbeda dengan terapi psikodinamik, terapi perilaku berfokus pada masa kini. Terapi ini lebih menekankan pada hambatan untuk mengubah perilaku.

“Kami ingin memperkuat perilaku yang diinginkan yang ingin kami tingkatkan,” kata Dr Potter.

“Dan kemudian kami ingin memiliki konsekuensi untuk perilaku yang tidak diinginkan.”

Terapi ini sering digunakan pada anak-anak, dengan memberikan penghargaan untuk hal-hal yang telah mereka lakukan, seperti merapikan tempat tidur mereka.

Beberapa bagian dari terapi perilaku meliputi:

- Desensitisasi sistematis: Praktik ini perlahan memperkenalkan paparan sesuatu yang mungkin Anda takuti seperti laba-laba.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU