> >

Euro 2020: Rekor Buruk Italia di Final Piala Eropa

Serba serbi | 7 Juli 2021, 21:22 WIB
Timnas Italia saat menyanyikan lagu kebangsaan Il Canto degli Italiani. (Sumber: Instagram/@giorgiochiellini)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim nasional (timnas) Italia berhasil melaju ke babak final Euro 2020 setelah menyudahi perlawanan Spanyol lewat babak adu penalti, Rabu (7/7/2021). 

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley tersebut, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Lewat babak adu penalti, Italia menang dengan skor 4-2. 

Hasil ini membuat Italia melanggengkan performa impresifnya di bawah arahan pelatih Roberto Mancini.

Gli Azzurri terhitung belum menelan kekalahan dari 33 laga terakhir di lintas kompetisi, dengan rincian 27 kemenangan serta 6 hasil imbang.

Hanya butuh dua pertandingan lagi tanpa menelan kekalahan, Italia akan menyamai rekor dunia unbeaten di level tim nasional milik Brazil dan Spanyol.

Baca Juga: Hasil Semifinal Euro 2020: Singkirkan Spanyol Lewat Drama Adu Penalti, Italia Melaju ke Final

Dari sejarahnya, ini merupakan final keempat Italia di ajang Piala Eropa. Hanya Jerman (6) yang mempunyai rekor lebih bagus. 

Kendati demikian, Italia memiliki rekor buruk saat tampil di final Piala Eropa.

Dari tiga kesempatan, Gli Azzurri hanya menang sekali, yakni pada Euro 1968. Dalam final edisi 1968, Italia sukses mengalahkan Yugoslavia lewat dua pertandingan. 

Kemudian, Azzurri kesulitan menembus babak final dan baru terjadi pada Euro 2000 yang berlangsung di Belanda dan Belgia. 

Di babak final, Italia berjumpa dengan juara bertahan Piala Dunia saat itu, Perancis. Malangnya, Italia kalah dengan skor 1-2 lewat golden goal yang dicetak David Trezeguet. 

Dua belas tahun setelahnya, Italia kembali ke partai puncak, juga melawan juara bertahan Piala Dunia, Spanyol. 

Baca Juga: Euro 2020: Roberto Mancini Angkat Topi untuk Timnas Spanyol

Kemalangan kembali terulang, Italia dileburkan Spanyol dengan skor 0-4. 

Mancini selaku pelatih Gli Azzurri saat ini, mengingatkan kepada skuadnya bahwa lolos ke final bukanlah tujuan terakhir, tetapi menjadi kampiun.

"Kami harus mengumpulkan kekuatan kami lagi, apa yang masih tersisa dan berisap untuk final. Ini belum berakhir," sebut Mancini usai laga semifinal. 

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU