> >

Jelang Inggris vs Jerman, Mengingat Christmas Truce Saat Sepakbola Damaikan Dua Pihak yang Berperang

Serba serbi | 29 Juni 2021, 22:20 WIB
Dokumen prajurit Inggris berfoto dengan tentara Jerman saat Christmas Truce di Perang Dunia I. (Sumber: Dok. Imperial War Museum)

Saat berkomunikasi, mereka merasa senasib sepenanggungan.

Di saat gencatan senjata itu, sebagian prajurit lainnya juga mencari dan menguburkan jasad rekan-rekan mereka yang tewas atau memperbaiki parit.

“Lalu entah dari mana, bola ini muncul. Itu bola yang bagus untuk bermain. Tapi kami tidak membentuk sebuah tim,” tutur Ernie William, mantan anggota Batalion 6 Resimen Cheshire.

Mereka bermain dengan sesuka hati dan asal menendang bola.

William menyebut, ada ratusan orang yang ikut dalam permainan sepakbola itu.

Baca Juga: Granit Xhaka Sensasional, Minum Coca-Cola Sebelum Drama Adu Penalti

“Tidak ada niat buruk di antara kami. Tidak ada wasit dan tidak ada gawang, tidak ada skor sama sekali. Sederhananya itu hura-hura, sama sekali tidak seperti sepakbola yang kamu lihat di televisi,” kenang William.

Sebelum malam Natal itu, hujan terus turun dan membuat tanah becek.

Namun, prajurit dari kedua belah pihak tetap bermain dengan senang hati, walau hanya mengenakan sepatu yang basah kuyup.

Melansir Smithsonian Magazine, gencatan senjata ini berlangsung di banyak tempat.

Prajurit Inggris Raya di hampir dua pertiga garis parit di wilayah selatan Belgia terlibat dalam gencatan senjata ini.

“(Mereka) merasakan persaudaraan dan berteriak mereka ingin perang berakhir. Dan itu berakhir hanya dalam dua hari, satu setengah hari sebenarnya,” ujar Rickner, prajurit Jerman.

Namun, tidak semua pihak menyukai momen itu. Letnan C.E.M. Richards dari Resimen Lancashire Timur merasa terganggu dengan laporan itu.

Saat itu, Richard mengaku mendapat sinyal dari Pusat Batalion untuk mengadakan pertandingan sepakbola yang lebih layak pada 1 Januari 1915.

Baca Juga: Lionel Messi Lampaui Rekor Mascherano di Timnas Argentina, Pimpin Daftar Top Skor Copa America 2021

“Aku murka dan tidak melakukan apapun. Aku berharap aku tetap menyimpan sinyal itu. Dengan bodoh aku menghancurkannya karena sangat marah. Sekarang itu akan menjadi suvenir yang bagus,” ungkap Richards penuh penyesalan.

Tak cuma Richards, pejabat Inggris dan Jerman pun tak senang dengan gencatan senjata itu.

Gencatan senjata itu dianggap tak sesuai dengan kondisi perang.

Kemudian, pejabat Inggris dan Jerman melarang komunikasi dengan pihak lawan.

Kondisi perang yang makin brutal pun membuat prajurit kedua belah pihak tak lagi bisa bersimpati pada lawannya.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU