> >

Sejarah EURO 2020, Gemuruh Sorai "Sepakbola Pulang ke Rumah" Saat Inggris Bantai Belanda

Serba serbi | 8 Juni 2021, 19:50 WIB
Para pemain Inggris merayakah salah satu gol Teddy Sheringham saat membantai Belanda 4-1 pada EURO 1996. (Sumber: Stu Forster/Getty via EUFA.com)

Babak Kedua

Pada awal babak kedua, Inggris kembali tancap gas. Paul Gascoigne melakukan tendangan sudut pada menit 51.

Umpan Gascoigne melayang anteng. Sheringham menyongsong bola dan berhasil menang dalam duel dengan Aron Winter.

Sundulan Sheringham meluncur ke arah gawang melewati gelandang Clarence Seedorf dan kiper Edwin van der Sar. Inggris unggul 2-0.

Inggris ternyata belum mau berhenti pesta gol. Enam menit setelah gol kedua, Gascoigne dan McManaman memperlihatkan permainan terbaik Inggris sepanjang turnamen.

Keduanya melakukan umpan satu dua untuk melewati 3 pemain Belanda. Gascoigne menusuk ke dalam kotak penalti Belanda.

Umpan balik McManaman hampir ditahan bek Belanda, tetapi Gascoigne berhasil mengontrol bola dan memberi umpan kepada Sheringham yang berdiri bebas.

Bek Belanda Johan de Kock bersiap menahan tendangan Sheringham dengan badannya. Namun, Sheringham justru mengumpan ke Alan Shearer di sudut kotak penalti. Tanpa penjagaan, Shearer langsung menghajar bola dengan keras tanpa terlebih dahulu mengontrolnya.

Bola menghujam sudut kanan atas gawang Belanda. Wembley kembali bergemuruh. Inggris 3, Belanda 0. 

Ketika itu, kamera televisi menyorot pelatih Belanda Guus Hiddink. Wajah Hiddink menunjukkan kebingungan dan ketakutan.

Ketakutan Hiddink makin sempurna 5 menit kemudian. Menerima umpan dari Shearer, Darren Anderton bergerak bebas melintang di depan kotak penalti.

Melihat ada kesempatan, Anderton menendang keras ke pojok kiri bawah gawang Belanda. Van der Sar tak kuasa menangkap bola tendangan Anderton. 

Dengan sigap, Sheringham menerima bola muntahan dan menendang ke arah kiri gawang Belanda. Bek Belanda Winston Bogarde dan van der Sar tak bisa berbuat banyak.

“Sekarang kita-kita mencapai hal yang tak mungkin!” seru komentator Kevin Keegan.

Inggris unggul 4-0. Tiga gol di antaranya dicetak dalam jangka waktu 11 menit saja!

Baca Juga: EURO 2020, 7 Pertandingan Paling Menakjubkan dalam Sejarah Piala Eropa

Padahal, Belanda menguasai pertandingan dan membuat lebih banyak peluang. Namun, Dennis Bergkamp dan penyerang Belanda lainnya tak mampu mengonversi peluang secara efektif.

Hiddink pun memasukkan pemain muda Patrick Kluivert. Kehadiran Kluivert langsung memberikan dampak besar.

Pada menit ke-62, Bergkamp melakukan tendangan memutar. Bola menerobos melewati bek Inggris Gareth Southgate.

Pada saat bersamaan, Kluivert berlari masuk ke kotak penalti menerima umpan Bergkamp.

Bola memantul ke tanah, lalu kembali melambung pendek. Tanpa mengontrolnya, Kluivert menyepak saat bola hampir menyentuh.

Tendangan Kluivert membuat bola menyusuri tanah dan lewat tepat di bawah kaki kiper David Seaman.

Gol hiburan itu memungkasi pesta kemenangan Inggris. Skor 4-1 bertahan hingga laga berakhir.

Hasil itu mengejutkan seluruh Inggris. Masyarakat berpesta. Para pemain Inggris ramai-ramai menyanyikan lagu “Three Lions” dan ikut dalam mandi bersama.

Koran-koran Inggris memajang headline hiperbola soal kemenangan Inggris itu. Sementara, pelatih Inggris Terry Venable bernapas lega/

“Aku bisa tidur dengan mudah sekarang. Hasil ini membuat seluruh kerja keras, perencanaan dan perasaan khawatir selama bertahun-tahun terbayar lunas. Aku penuh dengan rasa bangga karena mengalahkan Belanda, seperti ini benar-benar berarti besar buatku,” ujar Venable.

“Kami menggasak mereka. Tak ada keraguan soal itu-menyenangkan bisa mengatakan itu, tapi itulah yang kami lakukan,” imbuh Venable berseri-seri.

Antiklimaks

Usai pertandingan itu, Inggris berhadapan dengan Spanyol di laga perempat final. Dengan susah payah, Inggris berhasil menaklukkan Spanyol lewat adu penalti.

Pada semifinal, laju Inggris tertahan Jerman. Mereka melakukan kesalahan sama yang dilakukan Belanda: membuat banyak peluang, tetapi tak bisa mencetak gol.

Baca Juga: Inggris Kembali Jadi Unggulan di Euro 2020, Harry Kane: Tak Ada yang Ingin Bertemu Kami!

Dengan hasil imbang 1-1, Inggris mesti kembali menghadapi babak penalti. Gareth Southgate gagal mengeksekusi tendangan ke-6.

Mimpi mengembalikan “sepakbola ke rumah” berakhir sudah. Inggris hanya bisa menjadi saksi saat Jerman menggondol Piala Eropa 1996.

Tak cuma itu, skuad Jerman juga menyanyikan lagu Three Lions dalam pesta kemenangan mereka.

“Kami menggondol piala dan lagunya,” kata Jurgen Klinsmann, kapten Jerman pada EURO 1996.

Penulis : Ahmad-Zuhad

Sumber : Kompas TV


TERBARU