> >

Tanggapan Pemerintah Malaysia soal Band Radja Diancam akan Dibunuh usai Manggung

Musik | 14 Maret 2023, 05:05 WIB
Band Radja mendapat ancaman saat konser di Malaysia. (Sumber: Tribunnews)

MALAYSIA, KOMPAS.TV - Menanggapi kasus band Radja yang diancam akan dibunuh, Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia Fahmi Fadzi mempersilakan polisi untuk melanjutkan penyelidikan.

Ia juga mengatakan pemerintah setempat mendapat laporan bahwa beberapa pelaku sudah ditangkap polisi.

Dikutip dari Malaysia The Star via Kompas.com, pada Senin (13/3/2023), Fahmi Fadzi mengimbau masyarakat Malaysia berhati-hati dengan kata-kata, terutama secara online, karena dapat dengan mudah disalahartikan oleh orang lain.

“Kami akan mempersilakan polisi melanjutkan penyelidikan mereka. Saya diberitahu bahwa beberapa orang sudah ditangkap sehubungan dengan kasus tersebut, jadi kami akan menunggu informasi baru dari pihak berwenang,” katanya. 

Baca Juga: Dua Orang Ditahan atas Kasus Pengancaman Band Radja di Malaysia, Diduga Akibat Salah Paham

“Saya pikir kita harus memperhatikan apa yang kita katakan secara online, dan itulah mengapa literasi digital atau internet itu penting. Kadang-kadang, apa yang kita anggap lelucon bisa diartikan berbeda oleh orang lain,” tambah Fahmi. 

Sementara itu pihak Polisi Malaysia telah menangkap dua pria terkait kasus band Radja diancam dibunuh setelah konser pada Sabtu (11/3/2023) malam di Larkin Arena Indoor Stadium, Johor Bahru.

Kepala polisi Johor Datuk Kamarul Zaman Mamat mengatakan, kedua tersangka berusia 37 dan 48 tahun. 

Mereka dibawa ke markas polisi distrik selatan Johor Bahru pada Minggu (12/3/2023) Pukul 15.30 waktu setempat.

Baca Juga: Manggung di Malaysia Band Radja Diancam akan Dibunuh, Begini Kronologinya

 

Penulis : Kiki Luqman Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas.com


TERBARU