> >

Tips untuk Membujuk Anak agar Mau Diajak Berpuasa

Lifestyle | 21 April 2022, 23:01 WIB
Orang tua harus mengajarkan kepada anak soal sejarah, alasan, hingga manfaat untuk berpuasa. (Sumber: Freepik)

Mengenalkan ajaran agama kepada anak sejak dini tentu menjadi keharusan bagi orang tua yang memiliki kepercayaan. Bulan Ramadan merupakan salah satu waktu terbaik bagi yang beragama Islam.

Pada bulan Ramadan, ajaran-ajaran agama, seperti berpuasa, salat sunah, tadarus, dan kegiatan lainnya sebagai sumber pahala, giat dilakukan. Hal ini tentu tidak luput dari perhatian anak-anak. Rasa penasaran mereka akan muncul ketika melihat fenomena ini secara langsung.

Pada masa anak usia tiga sampai tujuh tahun, mereka akan lebih sering mengamati apa yang dilakukan orangtuanya. Dari hal inilah orang tua dapat mulai bertanya apakah anak mau mencobanya.

Sebelum itu, orang tua juga harus mengajarkan sejarah, alasan, hingga manfaat untuk berpuasa. Hal ini dilakukan agar mereka bukan hanya harus menahan rasa lapar dan haus. Selanjutnya, orang tua perlu memperhatikan kecukupan gizi anak ketika pertama kali berlatih puasa.

Hal ini dijelaskan oleh Anastriyani Yulviatun, S.TP, M.Sc dalam siniar Obrolan Meja Makan dalam episode bertajuk, “Menjaga Nutrisi Anak di Bulan Puasa” di Spotify.

Menjaga Gizi dan Asupan Nutrisi Anak Saat Berpuasa

Menurut Anastriyani, terdapat satu periode yang sangat penting dalam pertumbuhan manusia, yaitu golden age atau windows of opportunity. Periode usia anak antara saat lahir hingga lima tahun ini, dikatakan dapat menentukan bagaimana status kesehatan seseorang sepanjang hidupnya.

“Jadi, asupan gizinya, stimulus yang diterima itu sangat penting dan akan menentukan bagaimana profanitas tumbuh kembangnya di periode berikutnya. Bahkan status kesehatannya ketika ia dewasa,” ujar Anastriyani.

Oleh karena itu, asupan gizi dan nutrisi untuk anak sangatlah penting. Asupan ini didapatkan dari makanan. Ketika berlatih puasa, asupan makanan saat anak sahur juga perlu diperhatikan.

Hal ini agar anak tidak merasa lemas karena kekurangan nutrisi. Lapar tidaknya seseorang terkadang juga ditentukan dari makanan saat sahur. Maka dari itu, perhatikan kalori, protein, serat, pada makanan anak.

Anastriyani juga mengatakan bahwa yang paling penting adalah keseimbangan porsi dari masing-masing komponen. Jangan lupa juga untuk terus mendorong anak minum air putih agar kebutuhan cairannya terpenuhi.

Pastikan anak untuk minum satu sampai dua gelas ketika sahur agar asupan cairan terpenuhi. Selain itu, pemberian susu diperbolehkan asal tidak berlebihan. Anastriyani juga membagikan tips agar rasa lapar teratasi saat sahur, yaitu perbanyak porsi serat dan protein dibandingkan dengan komponen lainnya.

Pahami bahwa anak masih belajar untuk berpuasa, jadi orang tua harus memberikan toleransi atau keringanan jika ia enggan melanjutkannya ketika rasa lapar dan haus melanda. Namun, cobalah untuk menguatkan anak dengan kata-kata bahwa ia pasti bisa melewatinya.

Jika sudah merasa tidak mampu, perbolehkanlah anak untuk membatalkannya dengan tetap diberi pengertian waktu puasa yang sebenarnya. Juga, yakinkan anak bahwa suatu saat nanti ia pasti bisa melewati tantangan ini.

Orang tua dapat memberikan pemahaman mengenai puasa kepada anak sebelum tidur. Hal ini bertujuan agar anak bisa mempersiapkan pemahamannya mengenai apa yang akan ia lakukan esok hari.

Jangan lupa untuk mendengarkan penjelasan Anastriyani secara lebih lengkap dalam episode Obrolan Meja Makan bertajuk, “Menjaga Nutrisi Anak di Bulan Puasa” di Spotify. Ikuti juga siniarnya agar kalian tak tertinggal tiap ada episode terbaru!

(Nika Halida Hashina dan Ristiana D Putri)

Penulis : Redaksi Kompas TV Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU