> >

Dianggap Klise, Publik Korsel Kaget "Squid Game" Bisa Laku Keras di Pasar Internasional

Film | 25 Oktober 2021, 16:58 WIB
Lee Jung Jae sebagai Gi Hun di Squid Game. Meskipun sukses secara internasional, sambutan atas Squid Game tidak terlalu meriah di Korea Selatan. (Sumber: Netflix)

SEOUL, KOMPAS.TV - Serial Squid Game yang dirilis Netflix pada pertengahan September 2021 laku keras di pasar internasional. Serial ini memuncaki daftar tayangan dengan pemirsa tertinggi Netflix di berbagai negara.

Squid Game mengisahkan sekelompok orang yang memiliki utang besar yang dijebak dalam serangkaian permainan mematikan. Serial ini juga memuat berbagai modifikasi permainan tradisional serta budaya Korea Selatan (Korsel).

Akan tetapi, di negara asalnya, Squid Game justru disambut tak semeriah di pasar internasional. Sejumlah kritikus di Korsel bahkan menganggap serial ini klise dan tak menarik.

Baca Juga: Lee Jung Jae Squid Game Masuk Nominasi di Gotham Awards, Bersaing dengan Anya Taylor Joy

Melansir The Economist, kritikus film Korsel umumnya menyebut karakterisasi Squid Game klise, plotnya tak menarik, dan menampilkan kekerasan secara serampangan.

“Meskipun genre-nya memang punya klise tak terhindarkan, terlalu banyak aspek dalam Squid Game yang mengingatkan Anda terhadap film-film lain yang pernah Anda lihat,” tulis seorang kritikus.

Squid Game disebut tak memberi kebaruan dalam genre film survival. Serial ini juga disebut terlalu mirip dengan film-film survival lain yang lebih esensial seperti Battle Royale.

Representasi budaya Korsel yang ditampilkan pun justru membuat film ini tak disukai sebagian penonton lokal. 

“Tidak ada seorang pun yang saya kenal mengerti sensasi global (atas Squid Game), begitu pula saya,” kata In-young, seorang warga Seoul kepada The Economist.

In-young mengaku tak sanggup merampungkan serial Squid Game. Ia mengeluhkan bagaimana permainan tradisional yang sering dimainkannya saat kanak-kanak dijadikan permainan brutal oleh serial tersebut.

Seorang kritikus Korsel menyebut kombinasi kekerasan dan kritik terhadap kapitalisme yang dimuat Squid Game, yang mana diakui oleh sutradaranya sendiri, diperuntukkan untuk pemirsa Barat.

Sutradara Squid Game, Hwang Dong-hyuk menyebut serialnya sebagai alegori tentang kapitalisme modern.

Serial ini kemudian disambut baik oleh pasar internasional sebagaimana film Korsel, Parasite, pada 2020 lalu.

Baca Juga: Protes Kondisi Ekonomi Negaranya, Buruh Korea Selatan Pakai Kostum ‘Squid Game’ Saat Demo


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU