> >

Pangeran Harry: Kehilangan Ibu Seperti Meninggalkan Lubang Besar di Dalam Diri Saya

Selebriti | 22 Maret 2021, 04:52 WIB
Pangeran Harry berbagi kisah emosional ketika kehilang ibunya, Putri Diana. Dia memberikan pesan kepada anak-anak lain yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19. (Sumber: Associated Press)

LONDON, KOMPAS.TV – Setelah berpisah dari keluarga kerajaan Inggris, Pangeran Harry terlihat lebih leluasa untuk mengungkapkan perasaan dan pemikirannya. Setelah wawancara yang kontroversial dengan Oprah Winfrey, kini ia mengungkapkan kepedihannya yang mendalam ketika kehilangan ibunya, Putri Diana.

Harry mengungkapkan, kehilangan seorang ibu di usia 12 tahun rasanya seperti memiliki lubang besar di dalam dirinya. Hal ini diungkapkannya dalam kata pengantar sebuah buku yang ditujukan kepada anak-anak pekerja garis depan yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Dalam kata pengantar buku yang berjudul “Hospital by the Hill” tersebut, Pangeran Harry menceritakan duka mendalam yang ia rasakan ketika kehilangan ibu di usia 12 tahun. Ketika itu, Putri Diana meninggal secara mendadak dalam kecelakaan di Paris pada Agustus 1997.

Baca Juga: Pangeran Harry Menulis Pengantar Yang Menyentuh Dalam Buku "Hospital By The Hill"

Seperti dikutip dari the Associated Press, "Hospital by the Hill" adalah buku yang ditulis oleh Chris Connaughton. Buku ini menceritakan tentang kisah seorang anak muda yang ibunya bekerja di rumah sakit dan kemudian meninggal karena Covid-19. Buku ini akan diberikan kepada anak-anak yang mengalami kisah serupa.

“Saya berharap bisa memeluk kamu sekarang. Saya harap cerita ini bisa memberi kamu kenyamanan karena mengetahui bahwa kamu tidak sendiri,” tulis Harry di kata pengantar.

“Ketika saya masih kecil, saya kehilangan ibu saya. Pada saat itu, saya tidak ingin mempercayai atau menerimanya, dan itu meninggalkan lubang besar di dalam diri saya. Saya tahu bagaimana perasaan kamu, dan saya ingin meyakinkan kamu, bahwa seiring berjalannya waktu, lubang itu akan dipenuhi dengan begitu banyak cinta dan dukungan."

Baca Juga: Siaran Wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry Habiskan Rp 100 Miliar

Pangeran Harry dalam beberapa kesempatan pernah mengungkapkan rasa sakitnya ketika harus kehilangan ibunya secara tiba-tiba. Dia selalu mengutamakan kesadaran akan kesehatan mental sebagai bagian penting dari pekerjaan amalnya.

“Kita semua menghadapi kehilangan dengan cara yang berbeda, tetapi ketika orang tua pergi ke surga, saya diberitahu oleh roh mereka, bahwa cinta dan kenangan mereka tidak akan pergi,” tulis Harry.

“Mereka akan selalu bersamamu, dan kamu dapat memiliki mereka selamanya. Saya merasa ini benar,” tulisnya.

Harry melanjutkan, "Dan aku berjanji kepadamu, kamu akan merasa lebih baik dan lebih kuat, setelah kamu siap untuk mengungkapkan bagaimana yang kamu rasakan."

Kontribusinya dalam buku itu diketahui masih sejalan dengan tugasnya di Kerajaan Inggris pada tahun-tahun terakhir, yaitu mengkampanyekan tentang kesehatan mental seseorang.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU