> >

Analisa Kapten Vincent Raditya Sriwijaya Air Kena Stall Tuai Komentar Pro Kontra

Lifestyle | 11 Januari 2021, 12:58 WIB
Capture foto analisa Kapten Vincent soal jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 (Sumber: Youtube)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Melalui kanal Youtube-nya, Kapten Vincent Raditya mengurai analisa terkait data pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2020).

Analisa tersebut disampaikan Kapten Vincent berdasarkan data Sriwijaya Air SJ182 yang tertera di situs flightradar24. Sejak berita ini dipublikasi, Video Kapten Vincent langsung menjadi Trending Youtube nomor 9, dengan raihan 3.376.178 diputar, 198 ribu like, 2,7 ribu dislike dan 9000 lebih komentar.

"Saya akan membahas data yang ada di flight radar 24. Saya tidak akan membahas apa kira-kira penyebabnya. Saya hanya membahas, apa data yang ada di flightradar24," 

Dalam videonya, Kapten Vincent mengurai penjelasan terkait data yang ada di situs flightradar24 mengenai pesawat SJ182.

"Data yang ada di flightradar ini bisa saja salah, belum tentu akurat. Ini bukan sesuatu yang pasti, hanya ancer-ancer saja. Tapi, tiba-tiba, tidak sampai 1 menit. Pesawat ini belok dari 46 ke 30 ini sudah 16 derajat off track. Ini sesuatu hal yang sudah cukup mencurigakan," ujar Capt Vincent.

"Kurang dari satu menit, pesawat ini menghadap ke kiri. Sangat drastis dan stip. Heading 339 derajat. Pesawat ini dive down (ketinggiannya berkurang menjadi) 8.900 kaki dari 10.700 kaki. Tiba-tiba kecepatannya 224 knot,"

"Ini ada kemungkinan, indikasi airspeed dia di bawah 200 knot. Artinya di pesawat, clean configuration, sudah cukup berisiko untuk terkena stall," pungkas Kapten Vincent.

Menurut Melanie Subono, tak etis jika Kapten Vincent membuat konten video di tengah situasi duka yang masih menyelimuti pihak keluarga. Apalagi, Kapten Vincent merupakan seorang pilot pesawat terbang, ditambah peristiwa tersebut juga baru saja terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021 kemarin.

"Karet gelang dikasih nyawa, bikin konten. Sesama pilot padahal, mbok nunggu seminggu dua minggu dulu gitu bang. Mayan sih duit hasil monitize yutupnya," tulis Melanie Subono pada kolom komentar Youtube Channel milik Kapten Vincent.

Melihat unggahan tersebut, tak sedikit juga netizen yang miris dengan video yang diunggah oleh Kapten Vincent. Mereka menyebut bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis empati, lantaran memanfaatkan sebuah kejadian demi popularitas.

"Hmmmmm, Indonesia krisis empati benar-benar emang," komentar @khotimahamanda.

"Kesimpulan berdasarkan fakta, namun sampai penyebab insiden trsbt tentunya butuh investigasi yg lebih akurat dan disimpulkan olh KNKT," seru @enly_iv3.

Penulis : Ade-Indra-Kusuma

Sumber : Kompas TV


TERBARU