> >

Sempat Dipenjara Akibat Skandal Suap Universitas, Aktris Lori Loughlin Akhirnya Dibebaskan

Selebriti | 28 Desember 2020, 23:22 WIB
Aktris Lori Loughlin dan suaminya, Mossimo Giannulli (kiri). Foto diambil pada 3 April 2019. (Sumber: AP Photo / Steven Senne)

CALIFORNIA, KOMPAS.TV – Rasa cinta bisa membutakan segalanya, termasuk membuat para orang tua melakukan hal yang tidak semestinya dan menabrak rambu hukum demi menunjukkan rasa cinta pada anak-anak mereka. Ini pula yang terjadi pada pasangan Lori Loughlin dan suaminya. 

Dilansir dari Associated Press, aktris ‘Full House’ ini dibebaskan pada Senin (28/12) setelah mendekam di balik jeruji penjara selama 2 bulan akibat skandal suap sebesar USD 500 ribu demi memasukkan kedua putrinya ke universitas.

Biro Federal Penjara Amerika Serikat (AS) menyatakan, Loughlin dibebaskan dari penjara di Dublin, California tempat ia menjalani hukuman atas perannya dalam skema penyuapan penerimaan perguruan tinggi. Sementara suaminya, perancang busana Mossimo Giannulli, tengah menjalani 5 bulan kurungan di penjara Lompoc dekat Santa Barbara, California.

Baca Juga: Mendunia! Aktris Holywood Alicia Silverstone Terciduk Sedang Makan Tempe

Loughlin dan Giannulli semula diharuskan melapor ke penjara pada 19 November. Namun, jaksa dan tim pengacara mereka sepakat bahwa Loughlin dapat memulai hukumannya pada 30 Oktober. Loughlin juga setuju bahwa ia tidak akan mengajukan pembebasan lebih awal atas alasan yang berkaitan dengan pandemi COvid-19.

Giannulli dijadwalkan bebas pada 17 April.

Loughlin dan Giannulli termasuk di antara para terdakwa terkaya dan terkenal dalam skema penyuapan tersebut. Skandal skema penyuapan tersebut mengungkap sejauh mana para orang tua kaya berupaya memasukkan anak-anak mereka ke dalam universitas elit.  

Baca Juga: Aktor Hollywood Jalani Sidang dengan Tuduhan Perkosaan

Pada Mei, pasangan terkenal ini mengakui telah membayar USD 500 ribu untuk memasukkan 2 putri mereka ke Universitas California Selatan dengan bergabung dalam perekrutan atlet mendayung, meskipun kedua putri mereka bukan atlet pendayung. Pengakuan bersalah mereka menjadi pengakuan yang mencengangkan, lantaran tim pengacara mereka telah bersikeras selama setahun bahwa mereka tidak bersalah dan malah balik menuduh para penyelidik telah memalsukan bukti terhadap mereka.  

Satu-satunya komentar yang dilontarkan Loughlin atau Giannulli pada publik tentang kasus tersebut sejak penangkapan mereka tahun lalu terjadi pada sidang dengar pendapat di bulan Agustus silam. Saat itu, Loughlin mengatakan pada hakim bahwa tindakannya telah membantu memperburuk ketidaksetaraan yang ada di masyarakat. Ia berjanji melakukan segalanya dan menggunakan pengalamannya sebagai katalis untuk melakukan hal-hal yang baik.

Penulis : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU