> >

Jepang Bakal Buang Air Tercemar Nuklir ke Laut, Warga Korsel Panik, Langsung Borong Garam

Ekonomi dan bisnis | 30 Juni 2023, 12:24 WIB
Reaktor 1 (kiri) dan 2, stasiun listrik tenaga nuklir Pembangkit Listrik Kyushu Sendai di Satsumasendai, perfektur Kagoshima, Jepang. Warga Korsel memborong garam laut karena mengkhawatirkan keselamatan mereka setelah Jepang berniat membuang sekitar satu juta metrik ton air radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang rusak ke laut. (Sumber: Antara)

SEOUL, KOMPAS.TV - Panic buying terjadi di Korea Selatan pada Kamis (29/6/2023). Warga memborong garam di toko-toko, karena semakin mengkhawatirkan keselamatan mereka setelah Jepang berniat membuang sekitar satu juta metrik ton air radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang rusak ke laut.

Air tersebut digunakan untuk mendinginkan reaktor yang rusak pada pembangkit listrik Fukushima di utara Tokyo setelah diguncang gempa bumi dan tsunami pada 2011.

Mengutip dari Antara, pembuangan air dari tangki penyimpanan besar ke Samudera Pasifik itu akan segera dilaksanakan meskipun tanggalnya belum ditetapkan.

Jepang berulang kali memberikan jaminan bahwa air tersebut aman dan telah disaring demi menghilangkan sebagian besar isotop. Walaupun air tersebut tetap mengandung jejak tritium yang merupakan isotop hidrogen yang sulit dipisahkan dari air.

Namun, jaminan ini tak memupus kekhawatiran nelayan dan warga Jepang serta negara tetangga.

Baca Juga: Putin Telah Tempatkan Senjata Nuklir Rusia di Belarusia, AS: Tak Ada Indikasi akan Serang Ukraina

"Saya baru saja membeli lima kilogram garam," kata Lee Young-min, ibu dua anak berusia 38 tahun, sewaktu memasak sup rumput laut di dapurnya di Seongnam, tepat di selatan ibu kota Korea Selatan, Seoul.

Dia mengaku belum pernah membeli begitu banyak garam tetapi sekarang merasa perlu mengambil langkah itu demi melindungi keluarganya.

"Sebagai ibu yang membesarkan dua anak, saya tidak bisa dia mematung dan tidak berbuat apa-apa. Saya ingin memberi mereka makan dengan aman," ujarnya. 

Selain garam, warga juga menimbun produk hasil laut lainnya. Alhasil, harga barang-barang tersebut naik. Harga garam di Korea Selatan pada Juni melonjak hampir 27 persen dibandingkan dengan harga dua bulan lalu, meski pemerintah Korsel mengatakan cuaca dan produksi yang lebih rendah juga menjadi penyebabnya.

Wakil Menteri Perikanan Song Sang-keun mengatakan, pemerintah Korsel melepaskan stok garam sekitar 50 metrik ton sehari, dengan diskon 20 persen dari harga pasar, hingga 11 Juli.

Baca Juga: Korea Utara Beri Peringatan yang Bikin Bergidik, Semenanjung Korea Makin Dekat Perang Nuklir

Otoritas perikanan Korea Selatan menyatakan akan terus mengawasi peningkatan radioaktivitas di ladang garam. Korea Selatan juga melarang makanan laut dari perairan dekat Fukushima di pantai timur Jepang.

Selain Korsel, China juga mengkritik rencana Jepang membuang air tercemar radioaktif itu dan menuduhnya kurang transparan sembari menyebut hal itu mengancam lingkungan laut dan kesehatan warga dunia.

Namun pihak Jepang mengatakan, telah memberikan penjelasan yang rinci yang berdasarkan sains tentang rencananya tersebut ke negara-negara tetangga.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU