> >

Asal-usul Kata "Lebaran", Diperkenalkan Para Wali Menghormati Budaya Lokal

Tradisi | 10 Mei 2021, 05:58 WIB
Ilustrasi Lebaran Idulfitri 2021. (Sumber: Tribun Ramadan)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Beberapa hari lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idulfitri. Di Indonesia sendiri, Idul Fitri juga kerap disebut dengan kata Lebaran.

Di hari Lebaran, masyarakat akan menunaikan salat Id bersama, kemudian berkunjung ke rumah saudara untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan.

Namun, tahukah Anda, mengapa Idul Fitri di Indonesia disebut dengan kata Lebaran? Bagaimana asal-usul kata Lebaran?

Baca Juga: Sambut Lebaran dengan Dekorasi Rumah Bergaya Bohemian

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran didefinisikan sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Ada berbagai versi yang menyebutkan asal-usul kata Lebaran ini. Melansir dari Tribun Manado, Senin (10/5/2021), dalam artikel yang ditulis oleh budayawan MA Salmun dan dimuat di majalah Sunda tahun 1954, istilah Lebaran berasal dari tradisi Hindu.

Menurut Salmun, kata Lebaran berasal dari tradisi Hindu yang artinya selesai, usai, atau habis. Dalam hal ini menandakan habisnya masa berpuasa.

Istilah ini kala itu diperkenalkan oleh para Wali agar umat Hindu yang baru masuk Islam tidak merasa asing dengan agama yang baru dianut.

Baca Juga: Fadjroel Rachman: Silaturahmi Virtual Tidak Mengurangi Makna Idulfitri

Sementara itu, menurut ahli bahasa, Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Ibnu Hamad, akar kata Lebaran berasal dari kata lebar yang artinya luas.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU