> >

Batal Tidaknya Puasa Saat Gosok Gigi di Siang Hari, Ini Penjelasannya Menurut Dosen IAIN Surakarta

Kesehatan | 29 April 2021, 13:32 WIB
Ilustrasi menggosok gigi. (Sumber: SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

Baca Juga: 26 Warga Plaosan Alami Pusing dan Mual Diduga Keracunan Makanan saat Buka Puasa bersama

Selanjutnya, Nur Tanfidiyah juga menyampaikan hal-hal yang membatalkan puasa, di antaranya keluar darah atau haid bagi perempuan, nifas hingga murtad.

"Haid, bila di tengah puasa keluar darah atau menstruasi bagi perempuan berarti batal puasanya," kata Nur Tanfidiyah seperti juga diberitakan TribunSolo.

Ia menambahkan orang murtad, yakni orang yang keluar dari agama Islam atau melakukan sesuatu yang mengingkari Allah maka batal puasanya.

Cara mengganti puasa Ramadan

Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa, sebaiknya segera menggantinya melalui puasa qadha (ganti) atau membayar fidyah.

Puasa Qadha merupakan puasa wajib untuk mengganti utang puasa Ramadan.

Bagi beberapa orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu, diperbolehkan tidak berpuasa serta tidak harus menggantinya di lain waktu.

Baca Juga: Bau Mulut Saat Puasa Hilang dengan 5 Tips Ini

Termasuk, bagi ibu hamil dan menyusui dapat menggantinya dengan membayar fidyah.

Sementara itu, Muhammad Amin Rois, Dewan Syari'ah Solo Peduli menjelaskan tentang mengganti puasa Ramadan di tahun sebelumnya.

"Apabila ada beberapa umat Islam yang berhalangan puasa pada bulan Ramadan di tahun sebelumnya, maka wajib untuk menggantinya atau qadha puasa," sambung dia.

Ada yang berpendapat mengganti puasa melalui membayar fidyah atau mengganti dengan memberikan makanan ke sesama yang membutuhkan.

Baca Juga: Mau Dapat Berkah Puasa, Yuk Tahan Diri dari Tiga Hal Ini Selama Ramadan

"Pada orang dengan kondisi tertentu, ia bisa membayar fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya. Caranya dengan memberi makan fakir miskin sesuai jumlah puasa yang ditinggalkan," ungkap Muhammad Amin Rois.

Ia menyampaikan ketentuan bila membayar fidyah bisa berupa satu porsi makanan yang sudah siap disantap. Mengenai bentuk makanannya dikembalikan kepada kondisi masing-masing. Terpenting adalah memberikan makanan sesuai kemampuan dan ikhlas.

Penulis : Gading Persada Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU