> >

Erick Thohir Akui Ada Orang Titipan di Kursi Komisaris BUMN: Tidak Semua Diterima!

Bumn | 6 Agustus 2020, 15:48 WIB
Kolase Adian Napitupulu (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir. Erick Thohir Ungkap Ada Orang Titipan di Petinggi BUMN: Enggak Banyak yang Diterima. (Sumber: KOMPAS.COM/IMAM ROSIDIN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Jabatan komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rupanya ada orang-orang titipan. Hal itu diakui Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurutnya, ada orang titipan yang menduduki jabatan komisaris di tubuh perusahaan plat merah itu. Namun, Erick enggan mengungkapkan siapa orang-orang titipan tersebut dan siapa orang yang menitipkannya.

“Enggak banyak yang keterima (orang titipan), buktinya banyak yang kecewa juga. Sesuatu yang lumrah, tapi enggak semuanya diterima. Mungkin yang diterima hanya 10 persen, makanya banyak yang kecewa,” ungkap Erick dalam acara Mata Najwa yang dikutip Kompas.com pada Kamis (6/8/2020).

Baca Juga: Kementerian BUMN Tegaskan Tak Ada yang Salah Komisaris Rangkap Jabatan dan Penghasilan

Erick menuturkan, orang titipan di posisi petinggi BUMN merupakan hal yang wajar. Asal, orang titipan tersebut mempunyai kompetensi yang sesuai dan tetap ikut proses seleksi.

“Ya tapi itu merupakan pembelajaran dari politik, karena suka tidak suka sistem yang ada di Indonesia seperti ini. Tidak banyak negara yang punya BUMN,” kata dia.

Karena tak semua orang titipan mendapat jabatan di BUMN, Erick pun mengakui ada sejumlah pihak yang kecewa.

“Tapi apakah keadaan seperti ini menjadi perfect solution? Ya enggak, di era seperti ini demokrasi, peran-peran banyak pihak, apakah relawan, partai yang sudah berkontribusi harus menjadi bagian. Selama bisa memberi kontribusi yang baik juga,” ucap dia.

Baca Juga: Erick Thohir: Pemerintah akan Gaji Pegawai Rp 600.000 Selama 4 Bulan, Begini Skema dan Syaratnya

Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. (Sumber: Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Direksi dan Komisaris Titipan

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menyebut bahwa 6.200 direksi dan komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan orang-orang titipan.

Menurut Adian, hal tersebut dia ungkapkan karena melihat selama ini proses rekrutmen untuk dua jabatan tersebut terkesan tertutup.

“Bukankah titipan-titipan itu konsekuensi dari tidak adanya sistem rekrutmen yang transparan?” ujar Adian kepada Kompas.com, Sabtu (25/7/2020).

Pada kesempatan berbeda, Adian juga pernah mengungkapkan bahwa penunjukan jabatan komisaris BUMN sangat bermuatan politis.

Padahal, lanjut dia, kalaupun proses pemilihan komisaris BUMN berpedoman pada kompetensi, ada sejumlah kader partai koalisi pemerintah yang dianggap cocok mengisi posisi di perusahaan negara.

Adian kemudian bercerita, Presiden Jokowi lewat Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Oktober 2019, pernah meminta nama-nama aktivis 1998 yang punya kompetensi menempati jabatan-jabatan publik.

Saat nama-nama diserahkan, hingga kini tak ada satu pun yang mengisi jabatan. Saat menghadap Presiden Jokowi di Istana, Adian mengonfirmasi hal itu ke Presiden.

"Saya harus mengonfirmasi karena ini keinginan Presiden atau bukan. Kalau sama-sama berangkat dari partai politik. Kalau kemudian ada yang harus didahulukan, diadu kompetensinya, diadu keberpihakan politiknya,” ujar Adian.

Baca Juga: Adian: Aneh Negara Keluarkan 3,7 Triliun untuk 6.200 Orang yang Tidak Tahu dari Mana Asal Usulnya

 

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU