> >

Indonesia Belum Resesi, Jika...

Ekonomi dan bisnis | 5 Agustus 2020, 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pusat Statistik hari ini akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II.

Angka yang akan diumumkan hari ini dihitung dari bulan April hingga Juni.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya sudah memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II ini akan terkontraksi -3,5 hingga -5 persen.

Konsensus ekonom yang disurvei harian kontan pun kompak memproyeksi pertumbuhan ekonomi akan berkontraksi di kuartal II, imbas dari pembatasan sosial berskala besar dan karantina di beberapa negara mitra dagang Indonesia karena korona.

Namun Indonesia belum bisa dikatakan resesi karena pada kuartal 1 pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif.

Sementara syarat resesi adalah ekonomi negatif, 2 kuartal berturut-turut.

Tiongkok jadi negara yang berhasil lepas dari jurang resesi. 3

Berkontraksi minus -6,8 persen di kuartal pertama, pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi Tiongkok berhasil tumbuh 3,2 persen.

Sementara Amerika Serikat dan Singapura tak berhasil lepas dari jurang resesi.

2 kuartal berturut-turut, pertumbuhan ekonomi kedua negara ini minus.

Mampukah Indonesia melewati jurang resesi ini?

Penjelasan lebih lengkap, simak dialog bersama dengan Kepala Ekonom Bank Permata, Joshua Pardede.

Penulis : Reny-Mardika

Sumber : Kompas TV


TERBARU