> >

Corona Mewabah, Pinjaman Online Kian Meningkat

Kompas bisnis | 7 April 2020, 14:35 WIB

KOMPAS.TV - Di saat menghadapi corona, permintaan akan pinjaman online kian meningkat. 

Meski demikian, penyedia utang online saat ini semakin selektif memilih debitur.

Skema keringan kredit pun diberikan bagi usaha kecil menengah yang bisnisnya terdampak corona.

Deraan corona tak menghalangi derasnya kucuran pinjaman online.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat sebanyak 95,39 triliun rupiah pinjaman online disalurkan ke debitur pada Februari lalu.

Pinjaman melambung hampir 8% dari awal tahun dan 17 persen lebih tinggi jika di-bandingkan dengan akhir tahun lalu .

Tren bisnis berbasis digital memang kian prospektif dengan kebijakan bekerja dari rumah.

Namun, penyedia pinjol tak serta merta mengguyurkan dana.  

Salah satu platform digital, pembiayaan usaha kecil dan menengah, mendata kurang dari 5% UKM yang di danai terdampak Covid-19

Oleh karena itu, ada keringanan pembayaran utang untuk membantu UKM.

Tetapi, pemilihan debitur sangat selektif.  Skema relaksasi kredit pun mempertimbangkan investasi pemberi pinjaman.

Masih banyak peluang untuk mendongkrak pinjaman produktif, saat pandemi corona di depan mata.

Salah satunya dengan mengembangkan sistem pinjaman di sektor Agri-tech. 

Namun, pemberian pinjaman online ini mesti hati-hati.

Data OJK menyebut rasio kredit bermasalah pinjaman online masih nyaris tembus 4% per Februari 2020 .
 

Penulis : Anjani-Nur-Permatasari

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU