> >

Setelah Nego Harga di Arab Saudi, Kemenag Turunkan Usulan Biaya Haji Rp2,4 Juta

Kebijakan | 9 Februari 2023, 10:48 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief. Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menurunkan usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023 sebesar Rp2,4 juta. . (Sumber: Kemenag.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Usai melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menurunkan usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023 sebesar Rp2,4 juta. Yakni dari Rp98,8 menjadi Rp96,4 juta.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief mengatakan, ada beberapa komponen biaya haji yang bisa ditekan setelah pihaknya bernegosiasi dengan sejumlah pihak di Arab Saudi.

"Dari keseluruhan kajian kami sementara ini, direct dan indirect cost, bahwa usulan (BPIH) per jemaah sebelumnya masih Rp98,8 juta kemudian menjadi Rp96,4 juta, yaitu berkurang Rp2.415.953 dan itu belum dikurangi dengan biaya maskapai," kata Hilman saat rapat dengan Komisi VIII DPR di Gedung DPR RI, Rabu (8/2/2023).

Ia memaparkan, ada yang namanya biaya langsung dan tak langsung atau direct cost dan indirect cost dari BPIH jemaah haji reguler.

Untuk biaya langsung selama jemaah di Arab Saudi, ada 7 aspek yang usulan awalnya sebesar Rp97 juta. Namun kini biaya itu bisa berkurang Rp2,3 juta menjadi Rp94,8 juta.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Recana Perjalanan Haji 2023, Ini Rincian Jadwalnya

Adapun direct cost di Arab Saudi tersebut terdiri dari biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan di Arafah atau masyair, dokumen perjalanan, biaya hidup, dan pelindungan.

Hilman menambahkan, mayoritas  komponen direct cost di Arab Saudi turun, kecuali biaya masyair, muzdalifah, dan mina yang malah naik dari Rp18,9 juta ke Rp20 juta.

"Kami masih dalam posisi tarik menarik dengan pihak Arab Saudi yang awalnya mereka menawarkan layanan masyair itu 3.900 real, yang sudah kami tawar menjadi 2.975 real. Informasi kunjungan terakhir kami masih dihadapkan isu tentang pajak. Ini masih kami negosiasikan," ujarnya.

Ada juga direct cost selama jemaah haji di Indonesia, tapi sejauh ini baru komponen akomodasi dan pelindungan yang bisa dikurangi.

Sedangkan biaya penerbangan belum bisa turun di angka Rp34 juta. Biaya konsumsi dan premi asuransi juga tetap masing-masing di angka Rp150 ribu dan Rp125 ribu.

Baca Juga: DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Rp69 Juta karena Memberatkan: Jangan Sampai Niat Suci Terhalang Biaya

Kemudian untuk komponen indirect cost selama di Arab Saudi semuanya turun. Yaitu akomodasi, konsumsi, transportasi, perlindungan, pembinaan jemaah haji di Arab Saudi, pelayanan umum di Arab Saudi, dan pengelolaan BPIH.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU