> >

Menhub: Tak Usah Jauh-jauh ke Swiss kalau Mau Naik KA Panoramic

Ekonomi dan bisnis | 30 Januari 2023, 08:03 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, masyarakat tak perlu ke Amerika Serikat, Jepang dan Swiss untuk merasakan sensasi naik KA Panoramic. (Sumber: Dok. Kemenhub)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, masyarakat akan bisa menikmati kembali layanan KA Panoramic dalam waktu dekat, setelah operasionalnya dihentikan sementara waktu.

Budi mengatakan, masyarakat tak perlu ke Amerika Serikat, Jepang dan Swiss untuk merasakan sensasi naik KA Panoramic, sebab di Indonesia pun ada.

“Saat ini kita sudah punya kereta panoramic seperti yang ada di luar negeri. Jadi tidak usah jauh-jauh ke Swiss. Ini suatu inovasi yang baik dari PT KAI,” kata Menhub dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari laman resmi Kemenhub, Senin (30/1/2023).

Kereta Panoramic memiliki jendela dengan ukuran sangat besar di kedua sisinya dan atap kaca memanjang dari depan hingga belakang yang dapat dibuka tutup secara otomatis.

Baca Juga: Jokowi Targetkan Kereta Api di Sulawesi, Nyambung dari Makassar hingga Manado

“Ini memberikan sensasi yang berbeda karena bisa menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan,” ujar Budi.

Menhub mengungkapkan, setelah diluncurkan pada Desember 2022 lalu, Kereta Api Panoramic mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat pengguna jasa kereta api.

 

Menurut Menhub, kereta ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Saya kira jumlah kereta dan rutenya bisa ditambah ke depannya karena minat masyarakat yang tinggi terhadap kereta ini,” ucapnya.

Baca Juga: April Sudah Lebaran 2023, Kemenhub Cek Kesiapan Jalur Mudik Pantai Selatan Jawa Pansela

Kereta Panoramic diuji coba pada 24 Desember 2022, yang dirangkaikan pada perjalanan KA Taksaka Tambahan (Gambir-Yogyakarta pp).

Selain memiliki jendela yang lebih besar, kereta ini juga memiliki sejumlah fasilitas lainnya seperti: kursi yang nyaman, toilet yang luas dan terdapat sensor otomatis, televisi, rak bagasi khusus, makanan, minuman, snack, dan selimut.

Dari masa percobaan operasi tersebut, PT KAI mendapat sejumlah masukan dari pelanggan terkait langkah peningkatan layanan KA tersebut sehingga akhirnya diberhentikan sementara pengoperasiannya.

Salah satu masukan dari pengguna yaitu pengurangan jumlah kursi penumpang di setiap gerbongnya dari sebelumnya 46 seat menjadi 38 seat, supaya semua penumpang bisa memiliki pengalaman sama dalam menikmati perjalanan

Sementara itu, untuk memastikan aspek keselamatan dari Kereta Panoramic, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian (DJKA) telah melakukan serangkaian pengujian baik statis maupun dinamis.

Baca Juga: Menhub Pastikan Tarif KRL Tak akan Naik pada 2023

"Pengujian yang dilakukan di antaranya yaitu pengujian dimensi, ruang batas sarana, berat, pengereman, keretakan, pembebanan, sirkulasi udara, temperatur, kebisingan, intensitas cahaya dan kebocoran. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, dua unit Kereta Panoramic telah dinyatakan lulus pengujian," kata Menhub.

Berdasarkan keterangan PT KAI, Kereta Panoramic direncanakan akan dioperasikan kembali pada akhir pekan di bulan Februari 2023. Kereta ini akan dirangkaikan pada KA Penumpang Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pp) dan Argo Wilis (Bandung - Surabaya Gubeng pp).

Untuk tarif Argo Parahyangan Panoramic yaitu Rp350.000 dan Argo Wilis Panoramic Rp1.120.000, dengan kapasitas kereta sebanyak 38 tempat duduk. Tiketnya dapat dipesan di aplikasi KAI Access, web KAI, dan seluruh channel penjualan resmi tiket KAI lainnya.

Awalnya KA Panoramic diperbantukan untuk angkutan mudik dan liburan Natal serta Tahun Baru 2023. Namun peminatnya membludak hingga banyak yang tidak kebagian tiket, lantaran jumlah kursinya terbatas.

Hingga 4 Januari 2023, KA panoramic telah melayani 1.613 pelanggan dengan rata-rata okupansi KA Panoramic sejak awal dioperasikan mencapai 85 persen per hari.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU